Kebakaran TPSA Ciniru Sulit Dipadamkan, Bupati Kuningan Ungkap Penyebabnya

Siwindu.com – Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Ciniru, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, hingga kini masih menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kuningan.

Meski upaya pemadaman terus dilakukan, kobaran api di kawasan tersebut tidak mudah ditaklukkan. Api yang telah dipadamkan di permukaan dapat kembali muncul karena bara masih tersimpan di bagian bawah timbunan sampah.

Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar mengatakan, karakteristik kebakaran di TPSA berbeda dengan kebakaran pada umumnya. Material sampah yang terbakar, terutama plastik, membuat proses pemadaman membutuhkan waktu dan penanganan khusus.

“Karena memang kebakaran sampah itu mempunyai karakteristik yang unik. Kebakaran sama plastik di sana mengandung sebuah zat yang memang ketika terbakar itu sulit padam,” kata Dian saat ditemui wartawan usai Apel Kebangsaan di Mapolres Kuningan, Jumat (14/8/2026).

Menurutnya, penyiraman air dari atas belum tentu membuat api benar-benar padam. Sebab, di bagian bawah tumpukan sampah masih terdapat bara yang sewaktu-waktu dapat kembali menyala ketika terkena hembusan angin.

“Di atas sudah kita guyur dengan air, tapi di bawah itu kan masih bara. Ada angin pasti muncul lagi, muncul lagi,” ujarnya.

Dian menyebut kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan kesabaran. Berdasarkan pengalaman penanganan kebakaran TPSA di sejumlah daerah, upaya memadamkan bara yang berada di dalam timbunan sampah bahkan terkadang harus dilakukan dengan metode khusus.

“Saya melihat pengalaman yang sudah-sudah di beberapa daerah itu walaupun pakai tank dulu, dibor ke bawah, itu tetap membutuhkan kesabaran,” katanya.

Di tengah proses pemadaman, kebakaran TPSA Ciniru juga berdampak terhadap aktivitas pengangkutan sampah di Kabupaten Kuningan.

Dian mengakui, sejumlah truk pengangkut sampah sempat mengantre karena aktivitas pembuangan ke TPSA terganggu. Pemerintah daerah saat ini memilih memprioritaskan penanganan kebakaran agar api benar-benar dapat dikendalikan.

Baca Juga:  Geger Tengah Malam! Guru Ditemukan Tewas Membengkak di Dalam Sumur Sekolah

“Memang secara langsung maupun tidak langsung ini pasti terganggu. Hari pertama ketika saya cek dengan Pak Dani, sudah banyak antrean truk-truk pengangkut sampah,” ungkapnya.

Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan keterlambatan pengangkutan sampah dari sejumlah wilayah. Karena itu, Dian meminta masyarakat memahami situasi yang tengah dihadapi pemerintah daerah.

“Sekali lagi saya pada kesempatan ini mohon permakluman, mohon maaf ada keterlambatan untuk beberapa waktu ke depan,” katanya.

Untuk mengatasi dampak tersebut, Pemkab Kuningan berencana menambah armada pengangkut sampah. Langkah ini dilakukan agar sampah yang sempat tertahan dapat segera diangkut setelah kondisi TPSA memungkinkan.

“Insyaallah kita akan menambah armada untuk segera menyelesaikan mungkin persoalan apa yang sedang menumpuk, yang belum terangkat,” ujar Dian.

Bupati berharap proses pemadaman dapat segera dituntaskan sehingga aktivitas pengelolaan dan pengangkutan sampah kembali normal.

Menurutnya, penanganan kebakaran TPSA Ciniru membutuhkan waktu karena api dapat kembali muncul dari bara yang masih berada di dalam timbunan sampah.

“Memang butuh kesabaran,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *