Turnamen Adu Layangan Anoe-Aink Cup I 2026 Sukses Digelar di Kuningan, 192 Peserta Antusias Ikuti Lomba

Siwindu.com – Kawasan persawahan Desa Ancaran, Kecamatan Kuningan, mendadak riuh dan dipenuhi antusiasme warga serta pegiat layangan. Selama dua hari berturut-turut, Sabtu hingga Minggu, 29-30 Agustus 2026, ajang Turnamen Adu Layangan Anoe-Aink Cup I 2026 sukses diselenggarakan dengan meriah.

​Kegiatan akbar ini diinisiasi oleh klub atau tim Anoe-Aink asal Ancaran dan berada di bawah naungan Perkumpulan Pelayang Seluruh Indonesia (Pelangi) Kabupaten Kuningan.

Turnamen Adu Layangan Anoe-Aink Cup I 2026 Sukses Digelar di Kuningan, 192 Peserta Antusias Ikuti Lomba
Turnamen Adu Layangan Anoe-Aink Cup I 2026 Sukses Digelar di Kuningan, 192 Peserta Antusias Ikuti Lomba. (Foto: Mumuh Muhyiddin/Siwindu.com) 

​Ketua Pelangi Kuningan yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Perikanan Diskanak Kabupaten Kuningan, Denny Rianto SPi MSi, menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya turnamen perdana ini. Menurutnya, acara ini berhasil menyedot animo luar biasa dari para pelayang yang hadir dari berbagai kecamatan dan desa di Kabupaten Kuningan.

​”Alhamdulillah, hari ini merupakan hari kedua sekaligus hari terakhir pelaksanaan lomba turnamen adu layangan Anoe-Aink Cup yang pertama. Insyaallah, beliau selaku ketua tim sudah bersepakat acara ini akan diadakan setiap tahunnya,” ujar Denny Rianto saat ditemui di lokasi, Minggu (30/8/2026).

​Denny mencatat, terdapat lebih dari 30 hingga 40 tim yang berpartisipasi. Dukungan dari para sponsor turut memeriahkan jalannya turnamen agar sukses dan lancar sesuai harapan.

​Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana yang juga pentolan Tim Anoe-Aink, H Wahyudin didampingi Babinsa Ancaran Peltu Edi Rosadi, menjelaskan, turnamen tersebut menerapkan sistem pendaftaran per slot. Adapun biaya pendaftaran dibanderol seharga Rp50.000 per slot dengan batasan maksimal satu pemain mendaftarkan dua slot.

​Untuk kategori lomba, terdapat dua kategori yang dipertandingkan, yakni layangan sukhoi sebanyak 96 slot dan layangan seot sebanyak 96 slot, sehingga total mencapai 192 peserta se-Kuningan.

​Pertandingan menggunakan sistem gugur. Para juara dari bagan A, B, dan C nantinya dipertemukan di babak final untuk diadu dalam sistem tiga besar guna memperebutkan perolehan poin terbanyak sebagai juara satu, dua, dan tiga.

Baca Juga:  TPS Pasar Ancaran Overload, Camat Kuningan Turun Tangan Kerahkan Armada dan Ekskavator

​Demi menjaga sportivitas, panitia menetapkan regulasi ketat bagi setiap peserta di arena. Durasi untuk satu pertandingan dibatasi hanya 4 menit. Dalam rentang waktu tersebut, kedua peserta wajib mengadu layangannya.

Jika kedua belah pihak pasif dan tidak saling mengadu, maka keduanya akan langsung didiskualifikasi karena pertandingan mewajibkan adanya pihak yang kalah.

​Adapun kriteria kekalahan dalam duel layangan ini, meliputi benang pelayang benar-benar putus akibat gesekan aduan, layangan jatuh dan menyentuh tanah (nyungsep), badan atau sayap layangan mengalami kerusakan atau sobek, benang (kenur) tersangkut di pohon dan dibiarkan selama 10 detik selama pertandingan berlangsung.

​Melalui suksesnya penyelenggaraan Anoe-Aink Cup I 2026 di persawahan Desa Ancaran ini, penyelenggara berharap tradisi dan hobi adu layangan diharapkan terus terwadahi secara positif, mempererat silaturahmi antarklub, serta melahirkan bibit-bibit pelayang berprestasi di Kabupaten Kuningan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *