Tanah Amblas di Perumahan Alam Asri Gereba, Satu Rumah Warga Dilaporkan Rusak

Tanah Amblas di Perumahan Alam Asri Gereba, Satu Rumah Warga Dilaporkan Rusak
Petugas BPBD Kuningan saat meninjau lokasi rumah warga yang rusak akibat tanah amblas di Perumahan Alam ASRI Desa Gereba, Kecamatan Kramatmulya, Kamis (10/4/2025). Foto: Pusdalops BPBD Kuningan
April 10, 2025 163 Dilihat

Siwindu.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada Minggu (6/4/2025) lalu, menyebabkan peristiwa tanah amblas di Perumahan Alam Asri, Desa Gereba, Kecamatan Kramatmulya. Akibat kejadian ini, satu unit rumah milik warga dilaporkan mengalami kerusakan cukup serius pada bagian dapur dan struktur dinding lainnya.

Tanah Amblas di Perumahan Alam Asri Gereba, Satu Rumah Warga Dilaporkan Rusak
Petugas BPBD Kuningan meninjau lokasi tanah amblas di Perumahan Alam ASRI Gereba Kecamatan Kramatmulya, yang menyebabkan satu rumah warga rusak, Kamis (10/4/2025). Foto: Pusdalops BPBD Kuningan

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana SSTP, dalam keterangannya menyampaikan bahwa peristiwa tanah amblas terjadi sekitar pukul 20.00 WIB kala itu. Meskipun kejadian terjadi pada Minggu malam lalu, informasi resmi baru diterima oleh pihak BPBD pada Kamis (10/4/2025) pukul 16.00 WIB dan langsung ditindaklanjuti melalui laporan terkini pukul 19.00 WIB.

“Jenis bencana yang terjadi adalah tanah amblas akibat curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang terjadi sejak pukul 14.10 WIB hingga 18.10 WIB. Selain itu, kondisi urugan tanah di lokasi yang belum padat turut memperparah situasi,” ujar Indra Bayu.

Lokasi terdampak berada di Jalan Cemara E.26 RT 007 RW 003, Perumahan Alam Asri, Desa Gereba, Kecamatan Kramatmulya. Berdasarkan hasil koordinat, titik kejadian berada di 6.954028° LS dan 108.500512° BT.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, rumah milik Uka (46), yang dihuni oleh satu kepala keluarga dengan empat jiwa, mengalami kerusakan pada bagian dinding, atap plafon, serta ambruknya dinding sekat dapur. Dapur yang terdampak memiliki ukuran panjang 12 meter, tinggi 3 meter, dan lebar 2,5 meter.

Menanggapi kejadian ini, BPBD Kabupaten Kuningan telah melakukan langkah-langkah penanganan darurat dengan menurunkan Tim Assessment serta memberikan bantuan logistik. Aparat desa dan kecamatan bersama TNI dan Polri juga turut serta dalam upaya penanganan di lapangan. Selain itu, pemilik rumah melakukan pembersihan material bangunan yang rusak serta perbaikan kusen secara mandiri.

Baca Juga:  Pemda Kuningan Disemprot DPRD, Rohaman: Moratorium Perumahan jangan Dicabut, Justru Harus Dipermanenkan!

Saat ini, kondisi di lokasi telah berangsur membaik. Cuaca dilaporkan cerah berawan dan proses perbaikan serta pembersihan telah selesai dilakukan. Pemilik rumah masih menempati tempat tinggalnya.

“BPBD Kuningan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait untuk langkah penanganan lanjutan. Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama selama musim penghujan,” pungkas Indra Bayu.

BPBD mencatat bahwa kebutuhan darurat yang mendesak saat ini adalah bahan material bangunan untuk membantu pemulihan rumah terdampak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *