Tragedi di Pesta Pernikahan Anak Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, 3 Orang Tewas akibat Desak-desakan Makanan Gratis

Tragedi di Pesta Pernikahan Anak Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, 3 Orang Tewas akibat Desak-desakan Makanan Gratis
Sejumlah warga tergeletak mendapatkan pertolongan saat berdesakan dalam pesta pernikahan putra Gubernur Dedi Mulyadi dengan Wakil Bupati Garut, Jumat (18/7/2025). Foto: jpnn
Juli 18, 2025 95 Dilihat

SIWINDU.com – Pesta rakyat dalam rangka pernikahan anak Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang digelar di Alun-alun Garut, Jumat (18/7/2025), berubah menjadi tragedi. Tiga orang dinyatakan meninggal dunia setelah terjadi insiden desak-desakan saat ribuan warga antre makanan gratis yang dibagikan oleh panitia.

Acara yang dikemas sebagai hiburan rakyat ini menarik perhatian ribuan warga dari berbagai daerah. Sejak usai Salat Jumat, masyarakat sudah memadati area Lapangan Otto Iskandar Dinata, Garut Kota, tempat digelarnya pesta. Panitia menyediakan makanan gratis dalam jumlah besar, yang dibagikan di beberapa titik tenda dan panggung terbuka.

Namun, antusiasme warga tidak dibarengi dengan pengaturan massa yang memadai. Saat makanan mulai dibagikan, warga berdesakan dan saling dorong di sejumlah pintu masuk dan tenda makanan. Kepadatan yang tak terkendali menyebabkan banyak orang terjebak dalam kerumunan, hingga terjadi kepanikan.

Dilansir dari JPNN.com, tiga korban meninggal dalam insiden itu terdiri dari Vania Aprilia (8), warga Kelurahan Sukamentri, Garut Kota, Dewi Jubaedah (61), warga asal Jakarta Utara yang datang bersama rombongan keluarga, serta Bripka Cecep Saeful Bahri (39), anggota Bhabinkamtibmas Polsek Garut Kota, yang sedang bertugas mengamankan acara.

Vania dan Dewi ditemukan dalam kondisi lemas dan tidak sadarkan diri di tengah kerumunan, lalu dibawa ke RSUD dr. Slamet Garut. Sayangnya, nyawa keduanya tak tertolong. Sementara Bripka Cecep sebelumnya sempat membantu mengevakuasi warga yang pingsan, namun ia sendiri tiba-tiba tumbang karena kelelahan dan sesak napas. Ia dilarikan ke RS Guntur Talun dan dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.

Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, membenarkan adanya insiden tersebut dan menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Ia menyebutkan bahwa polisi saat ini tengah melakukan penyelidikan mendalam atas kejadian tersebut, termasuk evaluasi sistem keamanan dan alur logistik dalam acara yang melibatkan ribuan orang.

Baca Juga:  Gebrakan Lagi Nih! Dedi Mulyadi Larang Warga Jabar "Nyair" Sumbangan Pembangunan Masjid di Jalan

“Kami sedang kumpulkan keterangan dari panitia, saksi, dan dokumentasi di lokasi. Yang jelas, peristiwa ini menjadi pelajaran penting dalam pengelolaan kerumunan berskala besar,” ungkapnya dikutip dari JPNN.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *