Siwindu.com – Kabupaten Kuningan mulai menerapkan Manajemen Talenta ASN sebagai langkah strategis memperkuat reformasi birokrasi dan sistem meritokrasi. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Kuningan, Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi, melalui Zoom Meeting dari Ruang Kerja Bupati, Komplek Islamic Center Kuningan, Senin (15/9/2025).
Bupati Dian menegaskan, manajemen talenta penting untuk menyiapkan kader pemimpin masa depan. Menurutnya, masa depan Kuningan perlu diisi oleh talenta terbaik birokrasi, bukan sekadar administratif.
“Kita menyiapkan sosok yang kompeten, inovatif, transparan, dan akuntabel, agar mampu menjawab persoalan pembangunan di tengah keterbatasan fiskal,” tegasnya.
Kepala Kantor Regional BKN Bandung, Wahyu SKom MAP, menjelaskan, manajemen talenta menjadi strategi mewujudkan ASN profesional. BKN pun memperkenalkan delapan kebijakan baru untuk pengembangan karier ASN, termasuk percepatan kenaikan pangkat, uji kompetensi jabatan fungsional hingga 12 kali setahun, serta pemisahan peran BKN dalam seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi untuk menjaga objektivitas.
Sementara itu, Pj Sekda Kuningan, Dr Wahyu Hidayah MSi, menekankan, manajemen talenta juga soal perubahan budaya kerja ASN.
“Setiap ASN diberi ruang berkembang sesuai potensi dan kompetensi. Sistem ini membuat pengisian jabatan lebih transparan dan berbasis meritokrasi, sehingga kepercayaan publik terhadap birokrasi semakin kuat,” jelasnya.
Keunggulan sistem ini dibanding seleksi terbuka, menurut Wahyu, merupakan proses lebih cepat, efisien, dan minim biaya, karena berbasis talent pool yang telah terbangun.
“Tidak hanya fokus pengisian jabatan saat ini, manajemen talenta juga menyiapkan pengembangan karier dan suksesi pejabat jangka panjang melalui pelatihan, coaching, mentoring, hingga feedback berkelanjutan,” ujarnya lagi.
Mekanisme manajemen talenta ASN sendiri, sambung Wahyu, berbasis pada rekam jejak kinerja, kompetensi, potensi, kualifikasi, integritas, dan moralitas. Prosesnya “talent driven” dan “future driven”, berpusat pada individu terbaik sekaligus mempersiapkan kebutuhan organisasi di masa depan.
“Dengan sistem ini, ASN Kuningan diharapkan mempercepat pencapaian visi-misi kepala daerah, mendorong transformasi digital layanan publik, dan menghapus praktik KKN dalam rotasi maupun promosi jabatan,” sebutnya.
SIWINDU.COM Berita Kuningan Terbaru Hari Ini