Gara-gara TPP Dipotong, ASN Kuningan Sindir Slogan “Melesat” jadi “Meleset”

Gara-gara TPP Dipotong, ASN Kuningan Sindir Slogan "Melesat" jadi "Meleset"
TPP ASN. (Foto: ilustrasi/net)
September 16, 2025 118 Dilihat

Siwindu.com – Slogan “Kuningan Melesat” yang digembar-gemborkan Pemkab Kuningan kini menjadi bahan sindiran bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Pasalnya, Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) yang seharusnya menjadi bentuk apresiasi kinerja justru kian terpangkas, bahkan pencairannya tersendat. Alih-alih merasa sejahtera, para ASN mulai menyindir bahwa Kuningan jangan-jangan bukan “Melesat”, melainkan “Meleset”.

Seorang ASN tenaga kesehatan (Nakes) yang enggan disebutkan namanya, Selasa (16/9/2025), menceritakan keresahan yang melanda lingkungannya. Mengingat TPP Juli hingga Agustus belum juga cair, padahal potongan sudah muncul di aplikasi.

“TPP untuk bulan Juli 2025 saja belum cair. Katanya macet laporan aset di rumah sakit. Bulan Agustus di aplikasi Siaga ASN sudah muncul pemotongan, tapi uangnya belum kami terima. TPP kami relatif kecil, cuma Rp700 ribu ditambah jaspel Rp1,3 juta. Tapi kalau dibandingkan instansi lain, jomplangnya luar biasa. Teman di instansi lain bisa dapat Rp2,7 juta. Kalau begini, slogan Kuningan Melesat malah terasa Meleset,” sindirnya.

Ia menambahkan, keterlambatan dan pemotongan ini berdampak nyata bagi ASN, terutama yang memiliki cicilan atau tanggungan rutin.

Keluhan serupa datang dari kalangan guru PPPK dan PNS bersertifikasi. Salah seorang guru yang enggan disebutkan namanya menyebut TPP yang biasanya Rp235 ribu kini tinggal Rp135 ribu, atau berkurang sekitar Rp100 ribu.

“Selain itu, potongan BPJS sekarang tidak hanya dari gaji, tapi juga dari sertifikasi dan TPP. Belum lagi potongan dinas kecil-kecil Rp10 ribu, Rp15 ribu, sampai Rp35 ribu yang banyak guru tidak tahu jumlah pastinya,” keluhnya.

Fenomena potongan demi potongan ini membuat ASN merasa kesejahteraan mereka terancam. Bahkan, perbandingan dengan kabupaten tetangga menambah kekecewaan. Di Cirebon, Indramayu, maupun Majalengka, TPP untuk pegawai sebanding jauh lebih besar.

Baca Juga:  Sejumlah ASN di Kuningan Resah! TPP Agustus Dipotong, Dana Belum Juga Cair

“Kalau kesejahteraan pegawai diperhatikan, kinerja pasti meningkat. Tapi kalau terus dipangkas, jangan heran kalau yang Melesat justru beban hidup kami,” sindir seorang ASN dengan nada getir.

Para ASN berharap pemerintah daerah segera menertibkan aturan, mempercepat pencairan, dan memastikan TPP tidak semakin menciut, agar semangat kerja tetap terjaga dan slogan “Kuningan Melesat” tidak menjadi janji kosong di atas kertas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *