Siwindu.com – Hasil investigasi dan monitoring Komisi 4 DPRD Kabupaten Kuningan terhadap pengelolaan Dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengungkap sejumlah temuan penting.
Dari kunjungan lapangan oleh Komisi IV beberapa hari lalu, sejumlah dapur sudah sesuai standar, namun tidak sedikit yang masih perlu dievaluasi dan diperbaiki.
Menurut Ketua Komisi IV DPRD Kuningan Hj Neneng Hermawati SE MA, menyebutkan, idealnya dapur MBG yang menyiapkan 3.000 porsi per hari harus memiliki bangunan seluas 400 m² dengan lahan minimal 800 m². Namun, beberapa dapur yang dikunjungi belum memenuhi standar tersebut, berpotensi mengganggu proses produksi dan keselamatan kerja.
Lalu, kata Neneng, mayoritas dapur MBG berada di pemukiman warga dan belum sepenuhnya memiliki izin lingkungan. Penanganan limbah, sampah, dan pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) juga masih perlu ditingkatkan, agar tidak mencemari lingkungan sekitar.
Makanan yang disediakan harus aman, bergizi, dan layak dikonsumsi. Sayangnya, tutur Neneng, beberapa kasus keracunan dan penyediaan makanan basi pernah terjadi. Hal ini menegaskan perlunya pengawasan ketat mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, hingga kebersihan dapur.
Selain itu, pekerja dapur MBG bekerja dengan intensitas tinggi, namun sebagian belum mendapatkan asuransi kecelakaan, BPJS Kesehatan, maupun BPJS Ketenagakerjaan. Kondisi ini menjadi sorotan penting Komisi IV DPRD, karena resiko kecelakaan dan kebakaran di dapur cukup tinggi.
“Kami menekankan tata kelola dapur MBG harus terus diperbaiki. Mulai dari bangunan, lingkungan, pangan, hingga hak pekerja. Program pemerintah ini harus berjalan lancar dan benar-benar bermanfaat bagi anak-anak kita, menuju generasi sehat,” tegas Neneng.
Untuk itu, sambung politisi PKB asal Desa Silebu Kecamatan Pancalang ini, Komisi 4 DPRD berharap pengelola dapur MBG segera melakukan perbaikan agar program ini tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga memberikan manfaat maksimal bagi anak-anak Kabupaten Kuningan.
“Ini hasil temuan kami di lapangan. Kami menjalankan tugas sebagai kontroling, dan dilakukan untuk kebaikan bersama. Mengingat program nasional yang dipelopori langsung Pak Presiden Prabowo ini mestinya berjalan sesuai harapan, dan kebermanfaatannya dapat dirasakan nyata oleh masyarakat, khususnya anak-anak sekolah,” pungkas Neneng menekankan.
SIWINDU.COM Berita Kuningan Terbaru Hari Ini