Komisi IV DPRD Panggil SPPI, Bahas Kendala dan Pemerataan MBG di Kuningan

Komisi IV DPRD Panggil SPPI, Bahas Kendala dan Pemerataan MBG di Kuningan
Komisi IV DPRD Kabupaten Kuningan mendengarkan penjelasan 2 Koordinator SPPI MBG terkait berbagai persoalan yang muncul di lapangan, Kamis (8/10/2025). Foto: Mumuh Muhyiddin/Siwindu.com
Oktober 9, 2025 91 Dilihat

Siwindu.com – Komisi IV DPRD Kabupaten Kuningan memanggil Koordinator Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia Indonesia (SPPI) Kabupaten Kuningan untuk melakukan rapat dengar pendapat (RDP) terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (9/10/2025).

Rapat yang dipimpin Wakil Ketua Komisi IV Yaya SE itu membahas berbagai kendala di lapangan, termasuk pemerataan pelaksanaan program, jumlah dapur yang beroperasi, serta efektivitas pengawasan agar program benar-benar tepat sasaran.

Dalam penjelasanya kepada sejumlah wartawan usai rapat berlangsung, Yaya mengungkapkan, hingga saat ini terdapat 80 dapur MBG yang sudah beroperasi di Kabupaten Kuningan, sementara sekitar 40 dapur lainnya masih dalam tahap persiapan untuk segera dijalankan.

“Kalau semuanya sudah berjalan, penerima manfaat, mulai dari balita, ibu hamil, anak usia dini, hingga pelajar SD, SMP, dan SMA, akan bisa merasakan manfaat program ini,” ujar Yaya.

Meski begitu, kata Yaya, Komisi IV menyoroti keterbatasan tenaga pengawas di lapangan. Saat ini hanya dua koordinator wilayah (Korwil) yang bertanggung jawab terhadap puluhan dapur di seluruh Kabupaten Kuningan.

“Bayangkan, hanya dua orang melayani hampir 80 dapur. Karena itu sekarang katanya sudah dibentuk tim pendamping tiap kecamatan atau Korcam untuk membantu pengawasan di setiap dapur MBG,” jelasnya.

Menurut Yaya, Komisi IV DPRD Kuningan juga menekankan pentingnya standarisasi menu dan jalur distribusi agar pelaksanaan MBG berjalan lebih terencana dan merata.

“Kami mendorong agar setiap dapur menyusun menu minimal untuk sepuluh hari ke depan, supaya stok bahan baku dan pengawasan lebih mudah dilakukan. Kalau menu bisa diseragamkan, kita lebih mudah memastikan gizi dan kualitas makanannya,” kata Yaya.

Selain itu, tutur Yaya, jalur distribusi makanan juga diharapkan disesuaikan dengan kelompok penerima manfaat, seperti siswa SD, SMP, SMA, hingga ibu hamil, agar penyaluran lebih tepat sasaran.

Baca Juga:  Kuningan Layak Anak, Yaya: Bukan Sekadar Predikat, Tapi Cermin Martabat Daerah

Terpisah, Koordinator SPPI Kabupaten Kuningan, Nisa, saat diwawancarai sejumlah wartawan, menyambut baik masukan dari Komisi IV dan menyatakan komitmennya untuk memperkuat koordinasi dan pengawasan program.

“Kita sudah siapkan langkah kombinasi ke depan. Bersama Komisi IV, kami ingin memastikan operasional MBG berjalan lancar dan meminimalkan kendala di lapangan,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *