Ketua DPRD Kuningan: Katanya Miskin Ekstrem, Kok Tiba-tiba Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi? 

Ketua DPRD Kuningan: Katanya Miskin Ekstrem, Kok Tiba-tiba Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi? 
Ketua DPRD Kuningan Nuzul Rachdy, menanggapi serius data BPS terkait pertumbuhan ekonomi jadi tertinggi di Jawa, Kamis (30/10/2025). Foto: Mumuh Muhyiddin/Siwindu.com
Oktober 30, 2025 30 Dilihat

Siwindu.com – Ketua DPRD Kabupaten Kuningan, Nuzul Rachdy SE, menyoroti kejanggalan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebut pertumbuhan ekonomi Kuningan mencapai 10,4 persen pada Triwulan II 2025, tertinggi di Pulau Jawa.

Menurutnya, klaim tersebut terasa tidak masuk akal jika dibandingkan dengan data BPS sebelumnya yang masih mencatat adanya kemiskinan ekstrem di Kabupaten Kuningan.

“Kita tentu patut bersyukur kalau ekonomi daerah kita tumbuh. Tapi yang jadi pertanyaan, katanya masih ada kemiskinan ekstrem di Kuningan, kok tiba-tiba sekarang jadi daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Jawa? Ini kan aneh dan perlu dijelaskan,” ujar Nuzul saat diwawancarai Siwindu.com di press room DPRD Kuningan sebelum rapat paripurna, Kamis (30/10/2025).

Politisi PDIP itu menegaskan, angka pertumbuhan ekonomi seharusnya berbanding lurus dengan kondisi kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar menunjukkan grafik yang menanjak di atas kertas.

“Jangan sampai kita terjebak pada euforia statistik. Faktanya di lapangan, harga-harga kebutuhan pokok terus naik. Ini realitas yang harus kita lihat,” tegasnya.

Nuzul menilai, pertumbuhan ekonomi hanya akan bermakna jika mampu meningkatkan daya beli masyarakat dan menekan beban hidup warga berpenghasilan rendah. Ia juga mengingatkan agar Pemkab Kuningan tidak larut dalam kebanggaan angka tanpa memeriksa dampaknya terhadap rakyat.

“Dalam hal MBG saja, untuk produsen, kenaikan harga mungkin membawa keuntungan. Tapi bagi masyarakat menengah ke bawah, ini jelas berat. Pemerintah harus menjaga keseimbangan agar pertumbuhan ekonomi tidak justru membuat rakyat semakin terbebani,” katanya.

Selain itu, ia meminta agar BPS dan Pemkab Kuningan melakukan klarifikasi dan sinkronisasi data, karena perbedaan antarindikator justru bisa menimbulkan kebingungan publik.

“Kalau kemiskinan ekstrem masih tinggi tapi pertumbuhan ekonomi juga tertinggi, berarti ada yang tidak sinkron. Jangan sampai data ini hanya jadi pencitraan tanpa melihat fakta di lapangan,” ungkap Nuzul.

Baca Juga:  Sentil Ketua DPRD, Yudi Budiana: Jangan Ragukan BPS, Ini Lembaga Resmi Negara!

“BPS kan mencatat Kuningan masih bergelut dengan kemiskinan ekstrem. Kini lembaga yang sama menyebut ekonomi Kuningan tumbuh paling cepat di Jawa. Kan aneh?,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *