Penemuan Mayat di Puncak Ciremai, Evakuasi Sempat Terkendala Cuaca

Penemuan Mayat di Puncak Ciremai, Evakuasi Sempat Terkendala Cuaca
Tim gabungan BPBD, PPGC, TNI, Polri dan relawan saat perjalanan menuju puncak Gunung Ciremai untuk mengevakuasi jenazah, Jumat (31/10/2025). Foto: BPBD Kuningan
Oktober 31, 2025 34 Dilihat

Siwindu.com – Proses evakuasi terhadap jasad pria tanpa identitas yang ditemukan di puncak Gunung Ciremai melalui jalur Linggarjati kembali dilanjutkan pagi ini, Jumat (31/10/2025), setelah sempat tertunda akibat cuaca buruk pada Kamis malam.

Berdasarkan laporan yang diterima pukul 08.00 WIB, tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), BPBD Kuningan, AKAR, VR, Relawan Kuningan, serta PPGC Linggarjati, Linggasana, dan Palutungan, telah bergerak menuju lokasi kejadian sejak pukul 06.29 WIB.

Tim melanjutkan perjalanan dari Pos Batu Lingga, setelah sebelumnya memilih berkemah di lokasi tersebut pada Kamis (30/10/2025) malam sekitar pukul 21.00 WIB lantaran cuaca ekstrem yang tidak memungkinkan perjalanan diteruskan.

“Kondisi seluruh personel dalam keadaan aman. Pagi ini evakuasi dilanjutkan kembali dengan sistem estafet menuju titik penemuan untuk proses pembungkusan jenazah,”
ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana SSTP, dalam laporan resminya kepada media.

Sebanyak 11 personel ditugaskan untuk melakukan pembungkusan jenazah di lokasi penemuan, sementara puluhan personel lainnya bersiaga di sejumlah pos pendukung, antara lain Pos Pangasinan 6 orang, Pos Sanggabuana 1 6 orang, Pos Batu Lingga 4 orang, Pos Bapa Tere (sekitar Batu Lingga) 4 orang, Pos Bingbing 5 orang, Pos Pangalap 5 orang, Pos Cibunar 10 orang, Pos Kaula Kopi 10 orang, dan Tim bantuan dorlog: 8 orang dari Pos Kaula Kopi.

Menurut Indra Bayu, kebutuhan tambahan saat ini masih difokuskan pada tim bantuan evakuasi di sejumlah pos untuk mempercepat estafet penurunan jenazah, serta tim dorlog (logistik) guna memperlancar jalannya operasi di medan yang berat.

Pihak BPBD Kabupaten Kuningan menerima laporan resmi sekitar pukul 16.30 WIB, dan segera berkoordinasi dengan Polri, TNI, TNGC, serta relawan untuk menyusun rencana evakuasi.

Baca Juga:  Warga Karawang Terjebak 7 Jam di Gua Naga Mas Kuningan

Namun, karena medan yang ekstrem dan kondisi cuaca di sekitar puncak yang tidak bersahabat, proses evakuasi baru bisa dilaksanakan keesokan harinya. Sebagai langkah pengamanan, BTNGC menutup sementara jalur pendakian Linggarjati mulai Kamis (30/10/2025) hingga diperkirakan 7 November 2025, guna mendukung proses evakuasi dan penyelidikan.

Gunung Ciremai yang memiliki ketinggian 3.078 meter di atas permukaan laut ini dikenal memiliki medan terjal dengan perubahan cuaca yang cepat, sehingga proses evakuasi di kawasan puncak kerap membutuhkan waktu dan koordinasi lintas instansi.

Hingga berita ini diterbitkan, tim gabungan masih dalam perjalanan dari titik lokasi penemuan korban di area puncak, dan proses penurunan jenazah dilakukan secara bertahap (estafet) melalui jalur Linggarjati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *