Ihab Sihabudin Kobarkan Semangat Baru PMII Kuningan: Dari Ngaji, Ngopi, ke Aksi Nyata!

November 10, 2025 24 Dilihat

Siwindu.com – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Kuningan tengah berdenyut kembali. Angin perubahan itu bertiup dari sosok muda penuh energi, Ihab Sihabudin, yang hadir membawa gagasan segar untuk membangkitkan semangat kader di tengah derasnya arus zaman.

Tak sekadar tampil sebagai calon ketua cabang, Ihab datang membawa spirit baru dengan tagline unik yang memikat “IHAB SIHABUDIN” singkatan dari Intelektual, Hablum minallah wa minannas, Sinergi, Harmoni, Budaya, dan Dinamis.

Tagline itu bukan permainan kata, melainkan manifestasi nilai perjuangan. Ia menggambarkan arah baru PMII Kuningan — gerakan yang berpikir kritis, berakhlak Aswaja, dan responsif terhadap tantangan sosial modern.

“PMII harus menjadi ruang belajar yang melahirkan kader berkarakter, intelektual dalam gagasan, spiritual dalam tindakan, dan sosial dalam gerakannya,” tegas Ihab Sihabudin dalam pernyataannya, Senin (10/11/2025).

Di tangan Ihab, makna IHAB SIHABUDIN dirangkai menjadi filosofi yang menegaskan jati diri kader PMII masa kini. Huruf I melambangkan Intelektual, bahwa setiap kader harus cerdas membaca zaman dan berani bersuara untuk perubahan.

HAB menandakan Hablum minallah wa minannas, yakni keseimbangan hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.
SI bermakna Sinergi, membangun kolaborasi antarkader, kampus, dan masyarakat.
HA adalah Harmoni, menjaga keseimbangan antara spiritualitas, intelektualitas, dan kemanusiaan.

BU berarti Budaya, mengakar pada nilai-nilai Aswaja yang membumi dalam perilaku kader modern. Sementara DIN adalah Dinamis, simbol gerak adaptif menghadapi perubahan tanpa kehilangan arah perjuangan.

“Semangat ini ingin saya jadikan napas baru PMII Kuningan. Kita ingin gerakan yang tidak hanya bicara, tapi juga bekerja. Tidak hanya berdiskusi, tapi juga beraksi,” ujar Ihab.

Gagasan yang diusung Ihab lahir dari keseharian kader. Ia ingin menghidupkan kembali semangat khas PMII yang tumbuh dari tradisi intelektual dan spiritual yang merakyat.

“Ngaji, Ngopi, Bergerak! bukan sekadar slogan. Itu gaya hidup kader PMII, haus ilmu, cinta dialog, dan siap turun tangan di tengah masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, PMII harus lebih terbuka terhadap perkembangan zaman, menjadi wadah kolaboratif yang bisa menjembatani gagasan dan aksi sosial.

“PMII tidak boleh hanya jadi ruang diskusi di kampus. Kita harus hadir di tengah masyarakat, ikut menyelesaikan persoalan, memberi solusi, dan menebar manfaat,” tambahnya.

Dengan spirit IHAB SIHABUDIN, Ihab membayangkan PMII Kuningan sebagai wadah kader progresif yang tetap berpijak pada nilai-nilai Aswaja. Gerakannya harus lincah, tapi akarnya kuat. Modern dalam metode, tapi tradisional dalam nilai.

“Kita ingin PMII Kuningan menjadi contoh pergerakan yang berdaya pikir, berdaya iman, dan berdaya gerak. Dari Kuningan, semangat Aswaja kita kobarkan untuk Indonesia,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *