SIWINDU.COM – Pemerintah Kabupaten Kuningan mencatat capaian positif di berbagai indikator pembangunan sepanjang tahun 2025. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi dan Wakil Bupati Hj Tuti Andriani SH MKn, angka pengangguran berhasil ditekan dan jumlah penduduk miskin menunjukkan penurunan signifikan.
Dilansir dari kuningankab.go.id, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Kuningan tahun 2025 turun menjadi 7,59 persen, dari sebelumnya 7,78 persen. Penurunan ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah membuka dan memfasilitasi kesempatan kerja.
Sepanjang tahun 2025, Pemkab Kuningan membuka 13.358 lowongan kerja. Dari 6.765 pelamar yang lolos seleksi, sebanyak 1.481 tenaga kerja berhasil terserap ke dunia kerja di berbagai sektor. Penurunan pengangguran tersebut berkontribusi langsung terhadap penanggulangan kemiskinan.
Berdasarkan rilis resmi BPS Jawa Barat, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Kuningan tahun 2025 tercatat 119.670 orang, atau turun 12.160 orang dibandingkan tahun 2024. Persentase kemiskinan pun turun menjadi 10,74 persen, menurun 1,14 poin, sekaligus menjadi level terendah dalam beberapa tahun terakhir. Capaian ini menegaskan bahwa Kuningan bukan lagi kabupaten termiskin di Jawa Barat.
Dari sisi ekonomi makro, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kuningan pada Triwulan II 2025 mencapai 10,42 persen (year-on-year), tertinggi di Pulau Jawa menurut BPS Kabupaten Kuningan. Meski pada Triwulan III 2025 mengalami perlambatan menjadi 9,11 persen, Kuningan tetap menempati peringkat kedua tertinggi di Jawa Barat.
Di sektor infrastruktur, Pemkab Kuningan mengalokasikan anggaran Rp53 miliar untuk perbaikan 153 ruas jalan, serta Rp27 miliar untuk 250 titik perbaikan jalan lingkungan desa melalui Disperkimtan. Program tersebut mencakup peningkatan akses jalan desa, rehabilitasi drainase, dan perbaikan konektivitas wilayah.
Pada bidang tata kelola pemerintahan dan fiskal, Pemkab Kuningan berhasil melunasi tunda bayar sebesar Rp96,7 miliar lebih cepat dari jadwal. Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dilakukan melalui pemanfaatan aset idle, lelang Barang Milik Daerah (BMD) yang tidak digunakan, serta optimalisasi sewa aset daerah.
Sektor ketahanan pangan dan pertanian juga menjadi penopang ekonomi masyarakat. Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan), Kabupaten Kuningan berkontribusi terhadap produksi padi Jawa Barat sebesar 10,2 juta ton GKG dan nasional 60,37 juta ton GKG.
Sepanjang 2025, Kuningan menerima 337 unit alat dan mesin pertanian senilai sekitar Rp10 miliar. Selain itu, Kuningan meraih Ketahanan Pangan Award Jawa Barat 2025 melalui kategori Gerakan Pangan Murah (GPM) Terbaik dan Neraca Pangan Terbaik.
Dalam bidang infrastruktur digital, Kabupaten Kuningan kini hanya menyisakan satu desa blank spot seluler, yakni Desa Gunungaci, Kecamatan Subang. Sepanjang 2025, layanan seluler telah dibangun di sembilan desa lainnya guna mendorong pemerataan akses digital dan pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi.
Pada sektor pelayanan publik, Disdukcapil Kabupaten Kuningan meraih kategori “Baik” dalam penilaian layanan kependudukan oleh Kementerian Dalam Negeri, mencakup inovasi pelayanan, pemanfaatan data kependudukan, serta kolaborasi antar-OPD. Kepala Disdukcapil Kuningan Yudi Nugraha MPd juga dinobatkan sebagai kepala dinas dengan capaian kinerja terbaik tingkat Provinsi Jawa Barat.
Sejumlah penghargaan turut diraih pemerintah daerah sepanjang 2025, di antaranya Pinunjul Award Provinsi Jawa Barat atas keberhasilan pengendalian inflasi (empat kali berturut-turut), Penghargaan JDIH 2025, Peringkat II Penghargaan Pembangunan Daerah Jawa Barat, empat penghargaan KTNA Jawa Barat, serta Predikat Kabupaten Informatif dari Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat yang diterima langsung oleh Bupati Kuningan pada 30 Desember 2025.
Di tingkat desa, Desa Jagara, Kecamatan Darma, ditetapkan sebagai Peringkat I Lomba Desa Wisata Nusantara (LDWN) 2025 kategori Desa Maju/Mandiri berdasarkan surat resmi Kemendes PDTT tertanggal 12 November 2025.
Secara personal, Bupati Dian juga menerima sejumlah apresiasi, di antaranya Person of The Year 2025 (Top Government in Public Relations) dari Radar Cirebon Group, TOP Pembina BUMD 2025, serta Kabar Cirebon Awards 2025 kategori Visionary Leader of Accelerated Economic. Sementara Sekda Kuningan meraih Kabar Cirebon Awards 2025 kategori Regional Education Transformation Figure.
Pemkab Kuningan menegaskan, keberhasilan menekan angka pengangguran dan kemiskinan sepanjang 2025 akan menjadi fondasi untuk memperkuat pembangunan berkelanjutan ke depan, sejalan dengan visi Kuningan MELESAT yang menitikberatkan pada kesejahteraan masyarakat dan pemerataan pembangunan.
SIWINDU.COM Berita Kuningan Terbaru Hari Ini