SIWINDU.COM – Bencana gerakan tanah melanda Dusun Pancabakti RT 005 RW 003, Desa Padarama, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Peristiwa tersebut menyebabkan akses jalan dusun amblas dan mengancam keselamatan lima rumah warga.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, mengatakan kejadian berlangsung pada Senin (5/1/2026) sekitar pukul 17.00 WIB dan dilaporkan melalui update kaji cepat BPBD pada Rabu (12/1/2026).
“Gerakan tanah ini terjadi akibat curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang menyebabkan kondisi tanah menjadi labil. Dampaknya, terjadi penurunan permukaan tanah dan retakan pada badan jalan dusun serta dinding rumah warga,” ujar Indra Bayu Permana.
Berdasarkan hasil assessment BPBD, akses jalan Dusun Pancabakti sepanjang kurang lebih 30 meter mengalami penurunan hingga ±1,5 meter dan retakan tanah. Selain itu, halaman rumah warga juga mengalami retak-retak dan penurunan tanah hingga ±1 meter, serta retakan pada dinding rumah dengan lebar bervariasi antara 1 hingga 50 sentimeter.
Gerakan tanah tersebut mengancam 5 rumah warga, masing-masing milik Tariah, Ojon, Alex, Dedi, dan Komsari, dengan total penghuni termasuk anak-anak dan balita. Meski demikian, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Selain rumah dan jalan, satu tiang listrik di sekitar lokasi juga dilaporkan dalam kondisi terancam roboh akibat penurunan tanah.
“Saat ini tidak ada korban jiwa, namun lima rumah berada dalam kondisi terancam. Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, khususnya di musim penghujan, karena potensi bencana gerakan tanah masih cukup tinggi,” tegas Indra.
Dalam kronologinya, hujan mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 15.00 WIB hingga 08.00 WIB keesokan harinya, memperparah kondisi tanah yang sudah labil dan memicu terjadinya penurunan serta retakan tanah.
Sebagai langkah penanganan darurat, aparat desa berkoordinasi dengan kecamatan, TNI, Polri, dan BPBD Kabupaten Kuningan. BPBD juga telah menurunkan Tim Assessment Pusdalops PB, sementara aparat desa bersama masyarakat melakukan pemasangan cerucuk bambu sebagai penahan dan menutup area retakan menggunakan terpal.
Saat ini, kondisi cuaca di lokasi dilaporkan berawan, dan penanganan darurat telah selesai dilaksanakan. BPBD menyatakan akan mengoordinasikan langkah lanjutan, termasuk kebutuhan kajian geologi, bersama pemerintah desa dan pihak terkait lainnya.
BPBD kembali mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam beraktivitas selama musim penghujan dan segera melapor apabila ditemukan tanda-tanda pergerakan tanah lanjutan.
SIWINDU.COM Berita Kuningan Terbaru Hari Ini