Siwindu.com – Sebanyak 12 peserta terbaik hasil penilaian pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan ditetapkan sebagai tiga besar pada masing-masing jabatan target. Penetapan dilakukan setelah melalui Uji Kompetensi Teknis dan penggabungan nilai talenta.
Ketua Komite Manajemen Talenta ASN Kabupaten Kuningan, U Kusmana SSos MSi yang juga Sekda Kuningan didampingi Kepala BKPSDM Kabupaten Kuningan, Beni Prihayatno SSos MSi, dan Inspektur Kabupaten Kuningan, Drs H Ahmad Juber MSi, menjelaskan, nilai akhir diperoleh dari penggabungan nilai talenta dengan bobot 70 persen dan nilai uji kompetensi teknis sebesar 30 persen.
“Seluruh tahapan dilakukan untuk memastikan terpilihnya ASN yang memiliki kompetensi, kinerja, dan potensi terbaik dengan dilaksanakan secara objektif, transparan dan akuntabel,” ujarnya.
Ia menyebutkan, uji kompetensi teknis dilaksanakan melalui dua tahapan, yakni penulisan makalah dan wawancara. Penulisan makalah dilaksanakan pada 21 April 2026 di Laboratorium Komputer SMPN 1 Kuningan, diikuti 65 peserta, sementara dua peserta tidak hadir karena sakit. Adapun tahapan wawancara berlangsung pada 23–24 April 2026 di UPTD PFPSDM BKPSDM Kabupaten Kuningan, diikuti 62 peserta.
“Dari seluruh proses tersebut, Komite Talenta ASN menetapkan tiga suksesor terbaik untuk setiap jabatan target,” katanya, Minggu (26/4/2026).
Adapun tiga besar peserta/suksesor peringkat terbaik berdasarkan alfabet pada masing-masing jabatan, yakni Kepala Dinas Sosial terdiri dari Ence Hadiat Rohanda AKs MSi, Indra Nugraha Ishak SSTP MSi, dan Tatiek Ratna Mustika SSos MT. Untuk Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan terdiri dari Aries Susandi ST MSi, Dodi Sudiana SSTP MAP, dan Dr Hj Ria Apriani SE MSi.
Kemudian untuk Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) terdiri dari Deni Hamdani SE Kp MSi, Rangga Apriatna SSTP MAP, dan Yono Rahmansah SSTP MH. Lalu untuk Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPA)terdiri dari H Apip Ropi’i Ners SSos SKM MMKes, dr Hj Eva Maya MM, dan Rusmiadi AP SSos MSi.
Uu Kusmana menambahkan, 12 nama tersebut selanjutnya akan diusulkan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk mendapatkan rekomendasi. Setelah itu, Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) akan memilih satu kandidat dari masing-masing jabatan untuk ditetapkan dan dilantik.
Sekretaris Komite Manajemen Talenta ASN yang juga Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kuningan, Beni Prihayatno menjelaskan, manajemen talenta merupakan sistem pengelolaan SDM berbasis merit. Sistem tersebut mengintegrasikan potensi, kinerja, dan kompetensi ASN untuk kebutuhan regenerasi dan penempatan jabatan.
Beni menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kuningan telah memperoleh persetujuan penerapan manajemen talenta melalui Keputusan Kepala BKN Nomor 688 Tahun 2025. Terdapat empat jabatan target yang diisi melalui mekanisme ini, yakni Kepala Dinas Sosial, Staf Ahli Bupati, Kepala DPMD, serta Kepala DPPKBPPA.
Penilaian talenta dilakukan melalui aplikasi GEMILANG (Gali Potensi Melalui Talenta ASN Kuningan) dengan komposisi penilaian potensi 60 persen dan kinerja 40 persen. Dari hasil pemetaan, terdapat 67 suksesor yang berada pada kategori box 8 dan 9.
“Sebelum mengikuti uji kompetensi teknis, para suksesor diminta memilih satu jabatan target sesuai minat dan kompetensinya,” kata Beni.
Ia menyebutkan, jumlah peserta berdasarkan peminatan yakni Dinas Sosial sebanyak 8 orang, Staf Ahli Bupati 28 orang, DPMD 18 orang, serta DPPKBPPA 11 orang. Seluruh tahapan penilaian Talenta dan Uji Kompetensi Teknis Pengisian JPT Pratama, lanjutnya, dilaksanakan secara objektif, transparan dan akuntabel. Untuk menjaga objektivitas dan independensi, tim penilai selain melibatkan Komite Talenta (Sekda, Inspektur dan Kepala BKPSDM) juga melibatkan pihak eksternal.
Pihak eksternal terdiri dari dua orang, yakni Prof Dr Drs Asep Sumarna MSi Kepala Departemen Administrasi Publik FISIP Universitas Padjadjaran, serta Drs H Asep Sukmana MSi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat.
Sementara itu, pengamat politik Sujarwo BA atau Mang Ewo menilai munculnya 12 nama pejabat eselon IIIA di lingkup Pemkab Kuningan yang berasal dari berbagai SKPD merupakan hasil dari mekanisme manajemen talenta yang patut diapresiasi.
Menurutnya, ke-12 pejabat tersebut diharapkan benar-benar menjadi sosok pilihan yang mampu menunjukkan kinerja optimal sesuai harapan masyarakat.
Dalam proses seleksi yang melibatkan lebih dari 60 birokrat dari eselon IIIA dan IIIB hingga mengerucut menjadi kandidat terbaik untuk posisi eselon IIB, ia menegaskan pentingnya menjaga integritas panitia seleksi.
“Harus dipercaya dan dipastikan bahwa pilihan panitia seleksi yang berkolaborasi dengan para pakar dari perguruan tinggi terpercaya di Jawa Barat, tidak sekadar memunculkan nama pesanan dari pengambil kebijakan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan, empat pejabat yang nantinya terpilih harus benar-benar memiliki kapasitas, kapabilitas, serta prestasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Jika dalam perjalanannya para pejabat hasil manajemen talenta tidak mampu menunjukkan kinerja sesuai harapan kepemimpinan daerah, ia meminta agar tidak ragu dilakukan evaluasi.
“Membiarkan mereka yang menjadi ‘trouble maker’ pada posisi jabatan strategis dikhawatirkan akan memperburuk citra pimpinan daerah,” pungkasnya.
SIWINDU.COM Berita Kuningan Terbaru Hari Ini