Siwindu.com – Memasuki hari ketiga kebakaran hebat di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Ciniru, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, perhatian terhadap keselamatan para petugas yang berjibaku memadamkan api ikut menjadi sorotan.
Anggota Komisi XII DPR RI H Rokhmat Ardiyan (HRA) melalui timnya turun langsung memberikan dukungan kebutuhan bagi petugas pemadam kebakaran (Damkar) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) beserta pihak lainnya yang masih berupaya menangani kobaran api, Jumat (14/8/2026).
Dukungan tersebut diberikan bukan sekadar untuk menunjang proses pemadaman, tetapi juga memastikan kondisi fisik para petugas tetap terjaga selama menjalankan tugas di tengah medan yang cukup berat dan kepungan asap pekat.
Tim HRA yang berada di lokasi menyuplai sejumlah kebutuhan, termasuk minuman kesehatan yang mengandung vitamin dan suplemen bagi para petugas.
Cecep Husen, Tim HRA, mengatakan keselamatan petugas harus menjadi perhatian karena mereka merupakan pihak yang berada paling dekat dengan sumber bahaya selama proses pemadaman.
“Saya mendengar dan juga sempat menyaksikan sendiri di lokasi, bagaimana para petugas berjibaku menerjang bahaya. Tentunya kita juga harus memperhatikan keselamatan dan kesehatannya,” kata Cecep saat berada di lokasi.
Menurutnya, para petugas telah bekerja berhari-hari secara bergiliran. Kondisi medan yang terjal, panas, serta kepulan asap pekat menjadi tantangan tersendiri yang dapat memengaruhi kondisi fisik maupun kesehatan mereka.
Karena itu, dukungan terhadap petugas dinilai sama pentingnya dengan upaya mempercepat proses pemadaman.
Tak hanya memberikan dukungan berupa asupan vitamin dan suplemen, tim HRA juga menyiagakan tenaga medis dan dokter umum di posko kesehatan yang berada di sekitar lokasi kebakaran.
Langkah tersebut dilakukan untuk memantau kondisi kesehatan petugas yang bekerja di lapangan sekaligus memberikan penanganan awal apabila terjadi gangguan kesehatan selama proses pemadaman.
Cecep mengatakan, kebutuhan asupan bagi para petugas perlu diperhatikan agar mereka tetap memiliki stamina selama menjalankan tugas.
“Ya betul sekali, kita usahakan mempedulikan kesehatan para pahlawan kita ini, setidaknya memastikan para petugas itu asupan vitamin dan oksigen terpenuhi,” ujarnya.
Sementara itu, Tim Medis RS Permata Kuningan, Rizki Aditya, mengatakan kondisi di lokasi kebakaran memiliki sejumlah risiko kesehatan yang perlu diantisipasi.
Menurutnya, petugas yang berada di area kebakaran sangat rentan mengalami gangguan pernapasan akibat kondisi udara dan asap pekat. Selain itu, kondisi medan juga berpotensi menyebabkan petugas mengalami luka saat menjalankan proses pemadaman.
“Dengan kondisi ini, tak menutup kemungkinan petugas mengalami sesak napas karena kurangnya oksigen atau juga luka-luka. Oleh karenanya, kita perlu mengecek kesehatan dan memberikan obat maupun suplemen,” kata Rizki.
Ia menilai pemeriksaan kesehatan secara berkala penting dilakukan selama petugas masih berada di lokasi kebakaran.
Terlebih, proses penanganan TPSA Ciniru telah memasuki hari ketiga. Lamanya waktu bertugas, paparan asap, serta kondisi lingkungan yang berat dapat meningkatkan risiko kelelahan maupun gangguan kesehatan.
Dukungan terhadap petugas diharapkan dapat membantu mereka tetap menjalankan tugas secara optimal, sekaligus memastikan keselamatan dan kesehatan para personel yang menjadi garda terdepan dalam menangani kebakaran TPSA Ciniru.
Di tengah upaya pemadaman yang masih berlangsung, perhatian terhadap kesehatan petugas menjadi bagian penting agar proses penanganan bencana lingkungan tersebut tidak menimbulkan persoalan kesehatan baru bagi mereka yang berada di garis depan.
SIWINDU.COM Berita Kuningan Terbaru Hari Ini
