Rokhmat Ardiyan Gaet Ulama Kuningan, 4 Pilar hingga Program Prabowo Dikawal dari Pesantren

Rokhmat Ardiyan Gaet Ulama Kuningan, 4 Pilar hingga Program Prabowo Dikawal dari Pesantren
Anggota DPR RI, HRA (tengah) foto bersama jajaran pengurus PCNU Kabupaten Kuningan usai acara Reses di Ponpes Al-Fattah pimpinan KH Aang Asy'ari, Desa Lengkong Kecamatan Garawangi, Rabu (17/12/2025). Foto: Mumuh Muhyiddin/Siwindu.com
Desember 18, 2025 27 Dilihat

SIWINDU.COM – Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, H Rokhmat Ardiyan MM, menggaet para ulama dan kiai di Kabupaten Kuningan untuk mengawal penguatan Empat Pilar Kebangsaan sekaligus mendukung program-program strategis Presiden RI Prabowo Subianto.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar di SD IT/Pondok Pesantren Al-Fattah, Desa Lengkong, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan, Rabu (17/12/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua PCNU Kabupaten Kuningan Dr KH Aam Aminuddin SHI MA, pimpinan Ponpes Al-Fattah Dr KH Aang Asy’ari Lc, para ketua MWC NU se-Kabupaten Kuningan, tokoh ulama, serta sejumlah pimpinan organisasi Islam lainnya.

Dalam pemaparannya, Rokhmat Ardiyan menegaskan, Empat Pilar Kebangsaan meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, merupakan fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara yang harus terus dijaga, khususnya melalui peran strategis ulama dan pesantren.

“Bagi ulama dan kiai, UUD 1945 adalah bagian dari adab bernegara. Ulama menjaga NKRI tidak hanya melalui tindakan nyata, tetapi juga lewat doa, keteladanan, dan kesetiaan sejati,” ujar HRA.

Ia juga mengajak kalangan pesantren untuk terus merawat keberagaman sebagai nikmat, serta menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari amal ibadah. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan merupakan wujud tanggung jawab moral dan spiritual.

Pada kesempatan tersebut, HRA meminta para ulama dan kiai untuk ikut mengawal program-program kerakyatan yang dibawanya di Daerah Pemilihan Jawa Barat X, khususnya di Kabupaten Kuningan.

Program tersebut antara lain bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) sebesar Rp20 juta per unit yang harus diterima utuh tanpa potongan, pemasangan listrik gratis, serta dukungan terhadap program Presiden Prabowo Subianto seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, dan Sekolah Rakyat.

Baca Juga:  Sindiran Mantan Legislator Kuningan Tanggapi Sentilan Mendagri: Investor Lokal Saja Takut, Bagaimana PAD Bisa Naik?

“Bantuan harus benar-benar sampai kepada penerima manfaat. Tidak boleh ada potongan dalam bentuk apa pun. Kami mohon para kiai ikut mengawasi agar program ini tepat sasaran,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Kuningan Dr KH Aam Aminuddin menyambut baik kegiatan sosialisasi tersebut. Ia menilai pesan kebangsaan yang disampaikan melalui pesantren menjadi ruang penting untuk memperkuat kesadaran bernegara sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.

“Pancasila dan NKRI adalah kesepakatan kebangsaan yang harus terus dijaga. Amanah rakyat harus dijalankan dengan jujur dan tidak boleh dikhianati,” ujarnya.

Pimpinan Ponpes Al-Fattah Dr KH Aang Asy’ari Lc, juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan perhatian HRA terhadap dunia pendidikan dan pesantren. Ia berharap sinergi antara wakil rakyat dan ulama terus terjalin demi kemaslahatan umat dan keutuhan bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *