Gen Z Mulai Tinggalkan Smartphone, Ponsel Jadul Jadi Tren Baru

Gen Z Mulai Tinggalkan Smartphone, Ponsel Jadul Jadi Tren Baru
HP jadul kini kembali disukai gen Z di AS, bahkan mulai menyebar ke sejumlah belahan dunia. (Foto: reddit.com)
April 6, 2025 164 Dilihat

Siwindu.com – Di era digital yang serba cepat, siapa sangka anak muda justru mulai bosan dengan layar sentuh dan segala kemudahan yang ditawarkan smartphone. Tren ini perlahan tumbuh di kalangan Gen Z, terutama di Amerika Serikat, dan mulai menyebar ke berbagai belahan dunia.

“Saya pikir Anda bisa melihatnya dengan populasi Gen Z tertentu, mereka bosan dengan layar,” ungkap Jose Briones, influencer ‘dumb phone’, seperti dikutip dari CNBC International, Minggu (6/4/2025).

Alih-alih mengikuti tren flagship terbaru, banyak anak muda kini memilih kembali ke feature phone atau ponsel jadul. Perangkat yang sempat ditinggalkan ini kini justru menjadi simbol gaya hidup minimalis dan nostalgia era 2000-an.

Dumb Phone Jadi Gaya Hidup Baru

Fenomena ini menjadi berkah bagi perusahaan seperti HMD Global, pemegang merek Nokia. Dengan lini produk klasik seperti Nokia 3310 dan sejenisnya, HMD Global kembali menarik perhatian konsumen muda yang mencari ketenangan dari distraksi digital.

Penjualan feature phone di AS melonjak tajam, bahkan mencapai puluhan ribu unit per bulan sepanjang 2022. Ini terjadi saat pasar smartphone global justru menurun. Menurut Counterpoint Research, pasar feature phone global masih didominasi oleh kawasan Timur Tengah, Afrika, dan India, yang mencakup hingga 80% penjualan dunia.

Pasar Smartphone Indonesia Naik Turun

Sementara itu di Indonesia, pasar smartphone mengalami pasang surut. Data dari IDC Worldwide Quarterly Mobile Phone Tracker mencatat penurunan sebesar 14,3% sepanjang 2023, dengan pengiriman hanya mencapai 35 juta unit. Penurunan daya beli masyarakat menjadi salah satu penyebab utama.

Namun angin segar mulai berhembus. Pada 2024, pasar smartphone Indonesia tumbuh 15,5% secara tahunan (YoY), dengan pengiriman mendekati 40 juta unit. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh smartphone ultra low-end (di bawah Rp1,6 juta), di mana Transsion menjadi pemain dominan.

Segmen menengah (Rp3,2 juta–Rp9,8 juta) juga menunjukkan performa positif, naik 24,9% YoY, dipimpin oleh OPPO. Sebaliknya, segmen premium (di atas Rp10 juta) justru melemah, turun 9,2% akibat larangan penjualan iPhone 16 pada kuartal akhir 2024.

5G Makin Terjangkau, Tapi Minat Smartphone Premium Merosot

Pangsa smartphone 5G meningkat drastis menjadi 25,8% sepanjang 2024, naik dari 17,1% pada 2023. Hal ini dipicu oleh peluncuran model-model baru dan harga yang semakin terjangkau.

Meski begitu, tren kembali ke feature phone menunjukkan bahwa teknologi canggih bukan lagi satu-satunya daya tarik. Gaya hidup digital minimalis, bebas dari notifikasi, dan nostalgia masa lalu kini menjadi pilihan banyak anak muda.

Apakah ini awal dari kejatuhan smartphone? Atau hanya tren sesaat? Yang pasti, Gen Z kembali membuktikan bahwa mereka selalu punya cara unik untuk mengekspresikan diri, termasuk lewat pilihan ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *