Kata Kabid GTK Kuningan, Semua Data TPG Sudah Masuk ke Sistem Pusat, Tapi …

April 8, 2025 157 Dilihat

Siwindu.com – Para guru di Kabupaten Kuningan yang masih menanti pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) triwulan I 2025 diminta bersabar. Pasalnya, meskipun seluruh data sudah diinput ke sistem pusat sebelum libur panjang Idulfitri, pencairan belum juga terealisasi karena terpotong masa cuti.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Pipin Aripin Mansur, S.Pd., M.Pd., saat dikonfirmasi siwindu.com, Senin (7/4/2025).

“Info terakhir sebelum cuti Idulfitri, semua data sudah masuk ke sistem pusat oleh operator kita, hanya memang terpotong oleh masa cuti,” ujar Pipin.

Pipin menjelaskan bahwa sistem pencairan TPG tahun ini sepenuhnya berada di bawah kewenangan pusat. Setelah data valid dan status di Info GTK berubah menjadi kode 08, dana akan langsung ditransfer dari pusat ke rekening masing-masing guru.

Namun, banyak guru yang sudah berada di status 08 melaporkan bahwa hingga saat ini, dana belum juga masuk. Sementara yang masih berada di status 13 atau 07, masih dalam proses validasi lebih lanjut, baik dari sisi rekening maupun kelulusan PPG.

“Yang belum cair itu kebanyakan masih di kode 13 atau kode 07. Kode 13 untuk penerima TPG lama yang rekeningnya masih belum valid, sedangkan kode 07 untuk guru lulus PPG 2024 yang rekeningnya belum terinput,” lanjut Pipin.

Guru-guru berharap setelah cuti Idulfitri berakhir, proses pencairan akan kembali berjalan normal. Banyak dari mereka yang mengandalkan TPG sebagai sumber utama pendapatan.

Sebelumnya, menurut laporan detik.com, mekanisme pencairan TPG 2025 secara nasional memang menghadapi tantangan pada fase awal tahun, termasuk keterlambatan input rekening dan penyesuaian sistem baru untuk penerima TPG PPG Dalam Jabatan.

Baca Juga:  TPG 2025 Belum Cair, Validasi Data di Info GTK Tak Kunjung Berubah!

Dengan sistem transfer langsung dari pusat, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota juga tidak memiliki akses untuk mengetahui nama-nama guru yang sudah menerima pencairan. Ini memperbesar kebingungan di kalangan guru.

“Sistem pusat langsung transfer, kami tidak bisa melihat guru mana yang sudah cair,” tambah Pipin.

Guru diminta terus memantau laman Info GTK masing-masing dan memastikan data rekening serta status keaktifan sudah valid untuk mempercepat proses pencairan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *