Ketua DPRD Setuju Investigasi Longsor Cilengkrang, Tapi Jangan Dulu Menjustifikasi Akibat Perusahaan Wisata

Ketua DPRD Kuningan Ingatkan Bupati: Harus Tegas, Tapi Jangan Dendam
Ketua DPRD Nuzul Rachdy setuju Bupati Kuningan Dian R Yanuar bersikap tegas, tapi jangan dendam. (Foto: dok)
Mei 19, 2025 93 Dilihat

.Siwindu.com – Ketua DPRD Kabupaten Kuningan, Nuzul Rachdy, meminta semua pihak untuk tidak tergesa-gesa menyimpulkan penyebab terjadinya longsor di jalur wisata alam Lembah Cilengkrang, Desa Pajambon, Kecamatan Kramatmulya. Hal ini disampaikannya saat memberikan keterangan di Gedung DPRD Kuningan, Senin siang (19/5/2025).

Nuzul setuju jika dilakukan investigasi menyeluruh yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten, DPRD, dinas teknis, aparat kepolisian, hingga TNI. Ia menilai langkah itu penting agar penanganan dilakukan secara tepat dan tidak saling menyalahkan.

“Kita belum bisa menjustifikasi bahwa ini akibat kelalaian perusahaan wisata. Jangan terburu-buru menyimpulkan. Kita tunggu dulu kajian dari TNGC dan Dinas Lingkungan Hidup seperti apa,” ujarnya.

Meski begitu, ia tetap mendorong adanya evaluasi terhadap keberadaan tempat-tempat wisata yang berada di kawasan atas (kawasan kaki Gunung Ciremai, red), terutama yang berpotensi mengganggu kelestarian lingkungan. Ia juga menekankan pentingnya upaya pemulihan ekosistem.

“Kalau memang perlu ada teguran, ya tegur. Perusahaan-perusahaan wisata juga harus ikut menjaga ekosistem, misalnya dengan melakukan reboisasi agar tidak berdampak ke bawah,” tegasnya.

Nuzul menambahkan, pihaknya belum sempat berkomunikasi langsung dengan Bupati Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi terkait insiden ini. Namun rencananya, pada Selasa besok (20/5/2025), akan digelar rapat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk membahas langkah lanjut penanganan bencana dan upaya mitigasi ke depan.

“Besok kita rapat dengan Forkopimda. Terkait semuanya ya (tidak hanya soal kejadian longsor Cilengkrang),” ujarnya.

Sementara itu, longsor yang terjadi di jalur wisata alam Lembah Cilengkrang akhir pekan lalu, memunculkan kekhawatiran publik terhadap keberlanjutan kawasan wisata di daerah tersebut. Investigasi lintas sektor pun menjadi sorotan untuk menjawab penyebab dan solusi jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *