Viral! Kades Jaminan STNK Mobil demi Bantu Warga yang Sakit, Gubernur Jabar Beri Apresiasi

Viral! Kades Jaminan STNK Mobil demi Bantu Warga yang Sakit, Gubernur Jabar Beri Apresiasi
Kepala Desa Cikahuripan, Sukabumi, Jaro Midun, bersama pasien (warganya) saat keluar dari RS, usai dibantu pembayaran dengan jaminan STNK Mobil. (Foto: Kompas.com)
Mei 27, 2025 94 Dilihat

Siwindu.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menanggapi tindakan Kepala Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Jaro Midun, yang menjaminkan STNK mobil pribadinya ke RSUD Pelabuhanratu demi pengobatan seorang warga.

Dedi mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Jaro Midun dan mendapat informasi bahwa warga yang dibantu tersebut tidak memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS). Ia pun memberikan apresiasi terhadap kepedulian sang kepala desa.

“Saya ucapkan terima kasih pada Kepala Desa Jaro Midun yang telah melangkah menyelamatkan warganya. Tadinya saya pikir tagihannya besar, setelah saya cek barusan, tagihannya hanya sebesar Rp 1,7 juta dan sisanya Rp 1,2 juta belum dibayarkan,” ujar Dedi dalam video yang diunggah di akun Instagram @dedimulyadi71, Selasa (27/5/2025) seperti dilansir dari Kompas.com.

Dedi menegaskan bahwa rumah sakit seharusnya tetap memberikan layanan kepada masyarakat yang membutuhkan pengobatan, tanpa memandang apakah mereka memiliki KIS atau tidak. “Itu adalah kewajiban kita,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya komunikasi dan koordinasi dalam pemerintahan, khususnya antara kepala desa dengan dinas teknis maupun bupati setempat.

“Saya tidak tahu di Sukabumi apa yang menjadi problem. Hal yang kecil seperti ini harus muncul ke permukaan seolah-olah jadi peristiwa besar, hanya Rp 1,7 juta jadi sesuatu yang begitu berat untuk tertangani,” kata Dedi.

Ia mengimbau kepala desa dan bupati di seluruh Jawa Barat untuk memperkuat komunikasi serta memperluas jangkauan pelayanan publik.

“Saatnya kita menjadi pemimpin yang melayani, menjadi pemimpin yang menjemput, bukan menjadi pemimpin yang dilayani dan menunggu datangnya informasi,” tambahnya.

Kejadian ini bermula pada Jumat malam, 23 Mei 2025, saat seorang warga datang ke rumah Jaro Midun sekitar pukul 20.00 dan meminta bantuan karena orang tuanya sedang sakit dan butuh dirawat.

Baca Juga:  Akademisi UIN Soroti Kepemimpinan Digital Models ala KDM

“Sempat engap juga, terus kita antisipasi dengan memberikan oksigen dari rumah saya,” ujar Jaro.

Pasien kemudian dirawat di RSUD Pelabuhanratu dan diperbolehkan pulang keesokan harinya pukul 13.00. Namun biaya perawatan mencapai Rp1.870.000, sementara Jaro hanya membawa uang Rp500.000.

Pihak rumah sakit pun meminta jaminan tambahan. “Saya adanya DP Rp500.000, terus STNK saya dijaminkan agar pasien bisa pulang. Insya Allah rencananya hari ini saya urusin sisanya,” jelas Jaro.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Sukabumi dapat kembali mengalokasikan anggaran untuk KIS bagi masyarakat miskin agar warga yang tidak mampu bisa lebih mudah mengakses layanan kesehatan gratis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *