Gubernur Dedi Mulyadi Instruksikan Bupati Kuningan Tindak Tegas RSUD Linggajati

Gubernur Dedi Mulyadi Instruksikan Bupati Kuningan Tindak Tegas RSUD Linggajati
Gubernur Dedi Mulyadi Instruksikan Bupati Kuningan Tindak Tegas RSUD Linggajati yang diduga lalai tangani pasien yang hendak melahirkan. (Foto: screenshoot reels ig @dedimulyadi71)
Juli 15, 2025 68 Dilihat

SIWINDU.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memerintahkan Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar untuk segera mengambil langkah cepat dan tegas terhadap RSUD Linggajati, menyusul kasus meninggalnya bayi Irmawati yang diduga akibat kelalaian medis saat proses persalinan caesar.

Perintah tersebut disampaikan langsung Gubernur KDM saat menerima kedatangan Irmawati, suaminya, dan tim kuasa hukum dari kantor Hotman 911, di Gedung Pakuan, Jalan Cicendo, Kota Bandung, Senin siang (14/7/2025).

“Ini saya bersama Teteh Irmawati dari Kuningan ya, yang kemarin mengalami problem yaitu meninggalnya anak yang dikandungnya pada proses kelahiran melalui caesar di Rumah Sakit Kuningan (RSUD Linggajati), karena diduga keterlambatan penanganan dari dokter dan pelayanan rumah sakit,” ujar Gubernur KDM dalam pernyataannya sebagaimana ia posting di akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71.

Ia menegaskan pentingnya langkah cepat dan konkret dari kepala daerah setempat. “Saya minta Bupati Kuningan segera melakukan tindakan yang cepat dan tegas agar peristiwa ini tidak terulang lagi, pengabaian terhadap pasien yang memerlukan pertolongan dalam waktu yang sangat cepat dan segera,” tambahnya.

Gubernur juga menyoroti pentingnya pengawasan dan evaluasi menyeluruh oleh jajaran internal pemerintahan Kabupaten Kuningan.

“Saya minta jajaran komite etik di Kabupaten Kuningan juga melakukan langkah-langkah agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi, karena ini anak yang tujuh tahun ditunggu,” ungkapnya.

Dalam momen yang penuh empati itu, Dedi Mulyadi menyampaikan semangat dan doa kepada Irmawati dan suaminya. Ia bahkan mengingat momen saat sang suami pernah menyampaikan keinginan untuk bertemu dengannya ketika usia kehamilan istrinya memasuki tujuh bulan.

“Yang kuat ya, semoga masalahnya segera tertangani. Teteh dan akangnya juga segera persiapan bikin ade yang baru lagi,” ucap Gubernur dengan nada menenangkan.

Baca Juga:  Pendidikan di Barak Militer, KDM: Kalau Anak-anak Dibangunkan Jam 4 Pagi untuk Shalat Subuh, Dimana Letak Salahnya?

Kasus ini kini tengah dalam pendampingan hukum oleh tim advokat Hotman 911, dan menjadi perhatian serius di tingkat Provinsi Jawa Barat, bahkan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *