Tangis Haru Iringi Wisuda 22 Anak Tunanetra Penghafal Qur’an di Kuningan

Tangis Haru Iringi Wisuda 22 Anak Tunanetra Penghafal Qur’an di Kuningan
Tangis Haru Iringi Wisuda 22 Anak Tunanetra Penghafal Qur’an di Kuningan Eye Center, Minggu (20/7/2025). Foto: Mumuh Muhyiddin/Siwindu.com
Juli 21, 2025 17 Dilihat

SIWINDU.com – Suasana penuh keharuan menyelimuti Aula Lantai 3 Kuningan Eyes Center (KEC), Jalan Raya Kelurahan Winduhaji, Minggu (20/7/2025). Di hari yang penuh makna itu, sebanyak 20 anak dan 2 remaja tunanetra diwisuda dalam seremoni sakral Wisuda Tahfidz Qur’an Gelombang Pertama, yang diinisiasi oleh Yayasan Netra Berkah Mandiri bekerja sama dengan Rumah Sahabat KITA.

Yang menjadikan momen ini begitu menyentuh bukan semata-mata karena gelar tahfidz yang mereka raih, melainkan karena keberhasilan mereka menembus gelapnya dunia dengan cahaya Al Qur’an. Tanpa penglihatan, mereka menghafal firman Tuhan yang bahkan sulit dituntaskan oleh banyak orang yang dianugerahi penglihatan sempurna.

Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri para tokoh dan sahabat dari berbagai latar belakang, termasuk pemilik Kuningan Eyes Center dr Achmad Budi Utomo SpM, Pengurus Rumah Sahabat Qur’an (RSQ) Drs Harun Kusyano, Pembina RSQ sekaligus Inisiator Gerakan KITA Ikhsan Marzuki, serta Ketua BAZNAS Kabupaten Kuningan Drs HR Yayan Sofyan MM. Mereka hadir tidak hanya sebagai tamu, tapi sebagai saksi perjuangan para hafidz cilik dari kalangan disabilitas netra.

Drs Harun Kusyano dalam sambutannya menegaskan bahwa wisuda ini bukan hanya sekadar perayaan kelulusan, melainkan momentum untuk menanamkan keberanian dan keyakinan pada anak-anak.

“Kami ingin anak-anak ini merasa diterima, dicintai, dan percaya diri. Bahwa keterbatasan fisik bukanlah batas untuk mencintai Al Qur’an dan menjadi manusia yang luar biasa,” ucapnya.

Senada, dr Achmad Budi Utomo mengaku tersentuh dengan kegiatan tersebut. Ia merasa terhormat karena aula KEC dijadikan tempat penyelenggaraan.

“Kegiatan ini sangat berarti. Saya berharap aula ini bisa terus menjadi tempat bagi aktivitas yang memuliakan para penyandang disabilitas. Ini bagian dari visi KEC yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan medis, tapi juga sosial dan spiritual,” tuturnya.

Baca Juga:  Fastahiq 2025: Ajang Bergengsi Penghafal Al-Qur’an di Era Digital

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kuningan, HR Yayan Sofyan, tak kuasa menahan air mata. “Saya sering hadir dalam wisuda tahfidz, tapi ini sungguh berbeda. Anak-anak ini bukan hanya penghafal, tapi juga pencerah bagi kita semua. Mereka menunjukkan bahwa cahaya itu bisa datang dari ruang tergelap sekalipun,” katanya dengan suara bergetar.

Uji publik terhadap hafalan Al Qur’an pun digelar secara terbuka. Dipandu oleh Ustadz Ahmad Taufik Lc, anak-anak diminta melanjutkan ayat-ayat yang dibacakan sebagian. Dan tanpa ragu, tanpa keraguan sedikit pun, mereka melanjutkan hafalan dengan fasih dan penuh percaya diri. Sorak takbir dan air mata bahagia pecah dari hadirin yang tak mampu menahan haru.

Tak hanya itu, penampilan puisi dan lagu dari anak-anak turut membius suasana. Tapi yang paling mengguncang jiwa adalah saat anak-anak satu per satu memakaikan mahkota kepada kedua orang tuanya dan melakukan sungkeman. Tangan mungil itu mengusap wajah-wajah yang telah menjadi mata, cahaya, dan penuntun mereka selama ini. Sebuah pemandangan yang mengguncang hati siapa pun yang menyaksikannya.

Di puncak acara, Ikhsan Marzuki, Pembina Rumah Sahabat KITA sekaligus penggagas gerakan ini, menyampaikan pesan mendalam.

“Ini bukan hanya wisuda, ini adalah perayaan cahaya. Cahaya dari Al Qur’an yang menembus segala keterbatasan. Semua pihak yang terlibat di sini telah mewakafkan sesuatu, entah itu waktu, tenaga, ide, atau materi. Dan saya yakin semua itu telah dicatat sebagai amal jariyah yang akan terus mengalir,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *