Tak Hanya Bantu Permodalan, PNM juga Latih Warga Cigugur Bertani di Pekarangan Sendiri

Tak Hanya Bantu Permodalan, PNM juga Latih Warga Cigugur Bertani di Pekarangan Sendiri
PNM Cabang Cirebon menggelar pelatihan program Pekarangan Bergizi bagi para nasabah di Kecamatan Cigugur, Rabu (23/7/225). Foto: Mumuh Muhyiddin/SIWINDU.com
Juli 23, 2025 46 Dilihat

SIWINDU.com – Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Cirebon kembali memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui Program Pekarangan Bergizi. Program ini resmi dibuka di Aula Serbaguna Kelurahan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Rabu (23/7/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 60 nasabah Mekaar serta sejumlah tamu undangan, termasuk Camat Cigugur Yono Rahmansah SSTP MH, Lurah Cigugur Oyo Sutaryo SE, dan tim pendamping dari Universitas Muhammadiah Cirebon (UMC).

Pembukaan acara diawali sambutan dari Tim Pendamping Program Pekarangan Bergizi, Johan MT dari UMC. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Camat Cigugur serta Pemimpin Cabang PNM Cirebon, Erwin Syafriadi, sekaligus meresmikan pembukaan program melalui pemotongan tumpeng.

Program Pekarangan Bergizi tidak sekadar mengedukasi nasabah tentang pentingnya pangan sehat dan bergizi, tetapi juga membekali mereka dengan sarana tanam serta pendampingan teknis.

“Ini bentuk konkret komitmen PNM untuk tidak hanya memberi akses permodalan, tetapi juga keterampilan dan kemandirian. Pekarangan yang selama ini kosong bisa diubah menjadi sumber pangan sehat,” ujar Erwin Syafriadi.

Melalui program ini, nasabah diajak memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah untuk menanam sayuran, rempah, dan buah. PNM juga memberikan bantuan berupa bibit, pupuk organik, polybag, dan alat tanam sederhana.

“Pelatihan dasar budidaya tanaman dan pendampingan rutin juga diberikan oleh tim kami dari PNM dan fasilitator lokal,” terang Erwin.

Program ini diyakini memberikan dampak ganda, baik bagi ekonomi keluarga maupun lingkungan sekitar. Hasil panen bisa dikonsumsi sendiri untuk peningkatan gizi keluarga, sekaligus dijual untuk menambah penghasilan.

Bagi lingkungan, program ini juga membantu mengurangi sampah organik melalui pengolahan kompos, menambah ruang hijau, dan meningkatkan keseimbangan ekosistem mikro.

PNM berharap, program ini dapat berkelanjutan dan menjadi budaya menanam di lingkungan keluarga nasabah.

Baca Juga:  Dewi Anggraeni Tegaskan Hanya Sewakan Lahan, Tak Terlibat Langsung di Program MBG Kuningan

“Kita dorong ini jadi gerakan bersama. Dari pekarangan, untuk ketahanan pangan keluarga,” pungkas Erwin.

Salah seorang peserta program, Nuraini, mengaku antusias mengikuti pelatihan tersebut yang dirasanya sangat bermanfaat.

“Saya jadi semangat menanam di halaman rumah. Dapat bibit, alat, dan juga ilmunya. Mudah-mudahan bisa bantu dapur dan juga jadi pemasukan tambahan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, juga dilakukan penyerahan simbolis bibit tanaman kepada para ketua kelompok nasabah Mekaar. Dilanjutkan foto bersama sebagai dokumentasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *