Keren! BUMDes Ancaran Panen Perdana Melon Hidroponik, Lezat dan Nikmat

Keren! BUMDes Ancaran Panen Perdana Melon Hidroponik, Lezat dan Nikmat
Wakil Bupati Kuningan Hj Tuti Andriani memetik buah Melon Premium Hidroponik yang dipanen perdana oleh BUMDes Cipta Karya Mandiri Desa Ancaran Kecamatan Kuningan, Rabu (12/11/2025). Foto: Mumuh Muhyiddin/Siwindu.com
November 12, 2025 63 Dilihat

Siwindu.com – Inovasi pertanian modern berbasis teknologi kini hadir dari Desa Ancaran, Kecamatan Kuningan. Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Cipta Karya Mandiri, desa ini resmi menggelar Panen Perdana Melon Premium Hidroponik bernama Cibelut Melon Farm, Rabu (12/11/2025).

Acara panen dihadiri langsung Wakil Bupati Kuningan Hj Tuti Andriani SH MKn, yang turut memetik buah melon pertama sebagai tanda dimulainya panen perdana. Turut hadir anggota DPRD Kuningan Sri Laelasari, Kepala DPPKBP3A Drs H Deniawan, Polsek dan Koramil Kuningan, perangkat desa, pengurus BUMDes, LPM, serta tokoh masyarakat setempat, termasuk Babinsa Ancaran yang begitu aktif dalam mengawal kegiatan, Pelda Edi Rosyadi.

Keren! BUMDes Ancaran Panen Perdana Melon Hidroponik, Lezat dan Nikmat
Kepala DPPKBP3A, H Deniawan, saat memetik buah Melon Premium yang dibudidayakan BUMDes Ancaran, Rabu (12/11/2025) pagi. Foto: Mumuh Muhyiddin/Siwindu.com

Kepala Desa Ancaran Mugni SPd, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas terwujudnya proyek pertanian hidroponik yang dikelola BUMDes Cipta Karya Mandiri. Menurutnya, pembangunan Cibelut Melon Farm merupakan bagian dari strategi desa dalam memperkuat ketahanan pangan, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

“Saya ucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Ibu Wakil Bupati, anggota dewan, dan seluruh tamu undangan yang hadir. Inilah salah satu langkah nyata Desa Ancaran dalam memanfaatkan anggaran ketahanan pangan sebesar 20 persen dari Dana Desa. Alhamdulillah, dana tersebut kami wujudkan dalam bentuk dua unit green house untuk budidaya melon hidroponik,” ungkap Mugni.

Ia menjelaskan, lahan yang digunakan merupakan tanah bengkok desa dengan luas sekitar 2.886 meter persegi, yang kini disewa oleh BUMDes untuk dikembangkan secara produktif. Selain pertanian melon, kawasan ini ke depan juga akan dijadikan taman edukasi dan taman bermain anak sebagai pusat kegiatan masyarakat.

“Dulu lahan ini sempat terbengkalai, tapi kini menjadi kawasan hijau yang produktif. Ke depan, kami ingin menambah wahana taman bermain, kolam edukasi, dan juga Monumen Tugu KB Kabupaten Kuningan di sekitar lokasi ini. Jadi bukan hanya mendukung ketahanan pangan, tapi juga menghadirkan ruang wisata keluarga dan pembelajaran bagi anak-anak,” tuturnya.

Baca Juga:  Renovasi Situs Keramat Sumur Jangkung Ancaran Capai 50 Persen, Dikawal Babinsa Edi Rosadi

Mugni menambahkan, pengembangan pertanian hidroponik ini juga menjadi ajang pembelajaran bagi petani muda desa agar bisa beradaptasi dengan teknologi pertanian modern.

“Kami ingin menunjukkan bahwa desa bisa maju dengan inovasi. Mudah-mudahan keberhasilan panen perdana ini menjadi awal yang baik bagi kemajuan Desa Ancaran,” ujarnya penuh optimisme.

Direktur BUMDes Cipta Karya Mandiri, Eko, menjelaskan, Cibelut Melon Farm berdiri di atas lahan seluas 2.886 meter persegi. Sebanyak 600 meter persegi diantaranya digunakan untuk dua unit green house berukuran masing-masing 20×30 meter.

Di lahan tersebut ditanam berbagai jenis melon unggulan seperti Intanon, Sweet Net, Lavender, dan varietas lain hasil rekayasa genetik serta impor dari Thailand dan Korea. Sistem penanaman menggunakan teknologi NFT (Nutrient Film Technique) yang mampu menjaga kebersihan, efisiensi air, dan kualitas rasa buah.

“Satu green house bisa menghasilkan hingga satu ton melon per panen. Kalau di pasaran harganya bisa Rp70 ribu per kilogram, tapi kami buka open greenhouse agar masyarakat bisa mencicipi dengan harga Rp35 ribu per kilogram,” jelas Eko.

Sementara itu, dalam sambutannya, Wakil Bupati Hj Tuti Andriani mengapresiasi langkah Desa Ancaran yang mampu menghadirkan inovasi pertanian modern berbasis BUMDes.

“Program seperti ini menunjukkan desa bisa mandiri dan kreatif mengelola potensi lokal. Pertanian hidroponik menjadi solusi cerdas menghadapi tantangan pangan masa depan,” ungkapnya.

Tuti juga berharap keberhasilan Cibelut Melon Farm menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk mengembangkan sektor pertanian produktif dan bernilai ekonomi tinggi.

Usai panen simbolis, para tamu undangan berkeliling green house melihat langsung proses budidaya melon hidroponik yang tampak segar dan siap dipetik. Warga yang hadir pun antusias mencicipi buah melon hasil panen perdana yang rasanya manis, segar, dan nikmat.

Baca Juga:  Babinsa Peltu Edi Rosadi Gagas Renovasi Sumur Jangkung Ancaran, Pemdes: Kita Anggarkan

Suasana keakraban dan semangat gotong royong terasa kuat sepanjang acara. Panen perdana ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi dan kolaborasi desa bisa melahirkan hasil pertanian berkualitas sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Selain itu, puluhan warga yang datang ke lokasi baik warga setempat maupun dari luar, langsung antre untuk membeli buah Melon berbagai jenis. Pembeli pun memetik sendiri Melon dan langsung dikilo di bagian kasir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *