SIWINDU.COM – Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi bergerak cepat menutup paksa aktivitas pembukaan lahan di lereng Gunung Ciremai, yang sebelumnya diduga untuk sirkuit, Jumat (5/12/2025). Penutupan dilakukan setelah hasil cek lapangan menunjukkan dokumen izin dan kajian lingkungan kegiatan tersebut belum lengkap.
Bupati Dian turun langsung ke lokasi bersama Sekda Uu Kusmana, Kepala Dinas PUTR I Putu Bagiasna, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Usep Sukmana, Asda I Toni Kusumanto, serta Kabag Prokompim Deni Komara.
“Begitu dicek, hasil kajian tim belum lengkap. Untuk itu, kegiatan saya hentikan dulu,” tegas Bupati Dian saat memantau kondisi lahan yang sudah dibuka menggunakan alat berat.
Pelaksana lapangan berdalih, kegiatan tersebut bukan pembangunan sirkuit, melainkan rencana penataan jalur agrowisata dan penghijauan. Namun Bupati Dian menegaskan, segala bentuk kegiatan di lereng Ciremai wajib disertai dokumen resmi, mengingat wilayah ini merupakan kawasan sensitif secara ekologis.
“Yang jelas, sebelum dokumennya lengkap, kegiatan berhenti. Kuningan harus maju tanpa mengorbankan alamnya,” ujarnya.
Di lokasi, Bupati Dian juga mengingatkan pemilik lahan untuk mengganti semak yang dibersihkan dengan vegetasi yang jauh lebih bermanfaat, seperti pohon berumur panjang, tanaman endemik, dan tumbuhan penopang keseimbangan lingkungan.
“Agar kelestarian alam tetap nomor satu,” katanya menegaskan.
Langkah tegas Bupati Dian memicu gelombang dukungan dari warga. Kolom komentar akun Instagram pribadi Bupati, @dian_rachmat_y, penuh dengan apresiasi dan peringatan agar Ciremai tak rusak oleh aktivitas yang tidak sesuai aturan.
Beberapa komentar netizen yang menonjol, di antaranya:
@eman_fln_08: “Tinggal longsor jng banjir na bae.”
@yusu_fsofyan: “Ngabageakeun pisan aya nu merhatikeun langsung ka Ciremai supaya pembangunan teu ngawur.”
@slamat_riyadi08: “Lanjut Pak. Kalau memang pembangunannya merusak lingkungan, mending cabut aja izin nya.”
➤ Dibalas oleh Bupati: “Siap.”
@gitabahana: “Kahade Pak. Tong sampe Kuningan ngalaman bencana siga di Sumbar.”
➤ Dibalas Bupati: “Muhun, hati-hati. Dikai ku tim, alim bencana abdi ge.”
@harishidayat_hatami: “Kita jaga alam.”
Respons positif ini menunjukkan kesadaran publik bahwa Gunung Ciremai adalah kawasan strategis yang harus dijaga bersama-sama.
Dengan penghentian ini, Pemerintah Kabupaten Kuningan memastikan seluruh aktivitas pembukaan lahan dihentikan total hingga pemilik melengkapi seluruh dokumen perizinan sesuai aturan. Pengawasan akan diperketat untuk mencegah pelanggaran serupa.
Bupati Dian menegaskan, pembangunan tidak boleh mengorbankan kelestarian Gunung Ciremai, sebagai benteng ekologis dan kebanggaan masyarakat Kuningan.
SIWINDU.COM Berita Kuningan Terbaru Hari Ini