Kunjungan Tanpa Fraksi PKB, DPRD Kuningan Apresiasi Pengelola Wisata Arunika

Kunjungan Tanpa Fraksi PKB, DPRD Kuningan Apresiasi Pengelola Wisata Arunika
Jajaran DPRD Kuningan lintas Komisi, tampak ceria saat melakukan kunjungan kerja ke kawasan wisata Arunika, Desa Cisantana Kecamatan Cigugur, Kuningan, Jumat (19/12/2025). Foto: ist
Desember 20, 2025 36 Dilihat

SIWINDU.COM – Seluruh Komisi di DPRD Kabupaten Kuningan, mulai dari Komisi I hingga Komisi IV, melakukan kunjungan kerja bersama ke kawasan objek wisata Arunika, Jalan Palutungan–Cisantana, Kecamatan Cigugur, Jumat (19/12/2025) pagi. Kunjungan penuh kehangatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy.

Rombongan dewan disambut owner Arunika yang juga Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, H Rokhmat Ardiyan. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak tampak berdialog santai namun serius, membahas isu lingkungan yang belakangan ramai diperbincangkan publik, khususnya terkait pengembangan kawasan wisata di kaki Gunung Ciremai.

Namun, perhatian publik tertuju pada ketiadaan satu fraksi secara utuh dalam kunjungan tersebut. Tak satu pun anggota DPRD Kuningan dari Fraksi PKB terlihat hadir, termasuk Wakil Ketua DPRD yang juga Ketua DPC PKB Kuningan, H Ujang Kosasih. Absennya Fraksi PKB ini menimbulkan tanda tanya, mengingat kunjungan melibatkan seluruh komisi dan berkaitan langsung dengan fungsi pengawasan DPRD.

Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy, menjelaskan, kunjungan lapangan ini dilakukan untuk memastikan kondisi faktual di lapangan, sekaligus merespons berbagai opini dan kekhawatiran masyarakat terkait dampak lingkungan dari pengembangan kawasan wisata Arunika.

“Kita merespons apa yang menjadi opini masyarakat. Supaya tidak salah dalam menarik kesimpulan, maka kami melihat langsung apa yang sebenarnya terjadi di lapangan,” ujar Nuzul kepada para wartawan yang meliput di lokasi.

Selain meninjau area pengembangan wisata, rombongan DPRD juga melakukan penanaman bibit pohon sebagai bagian dari upaya konservasi lingkungan. Dalam tinjauannya, Nuzul mencatat adanya itikad baik dari pihak pengelola dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Ia mengapresiasi kesiapan pengelola yang menyiapkan sekitar 7.000 bibit pohon untuk kegiatan penghijauan, serta penggunaan material ramah lingkungan seperti paving block berpori yang memungkinkan air hujan meresap ke dalam tanah.

Baca Juga:  Bupati Kuningan Tutup Paksa Pembukaan Lahan di Lereng Ciremai, Warganet Dukung Langkah Tegas Dian

“Ini langkah yang positif. Hanya saja perlu perawatan rutin, karena kalau pori-pori tertutup pasir yang mengeras, fungsi resapannya bisa hilang,” ujarnya.

Menanggapi sorotan publik terkait pembukaan akses jalan di kawasan tersebut yang dikhawatirkan memicu limpasan air, Nuzul menegaskan, jalur itu difungsikan untuk menunjang mobilisasi penanaman pohon di area konservasi.

“Jalan itu dibuat untuk mempermudah mobilisasi tanaman. Kita tadi juga sudah melihat langsung bibit-bibit yang akan ditanam,” jelasnya.

Meski demikian, Nuzul menegaskan, apresiasi awal tidak serta-merta menghentikan fungsi pengawasan DPRD. Pihaknya memastikan akan memanggil manajemen Arunika untuk melakukan pembahasan lebih komprehensif di gedung DPRD, termasuk mengkaji secara mendalam dokumen Studi Kelayakan atau Feasibility Study.

“Pengawasan tetap berjalan. Kita sudah meminta dokumen feasibility study untuk dibedah secara mendalam di DPRD,” tegasnya.

Ia pun menutup dengan pesan tegas agar setiap pembangunan infrastruktur penunjang wisata tetap berpijak pada prinsip kelestarian lingkungan dan tidak merusak ekosistem kawasan Gunung Ciremai.

“Kalau pembangunan memang tidak bisa dihindari, maka penunjangnya harus betul-betul ramah lingkungan. Kelestarian tetap jadi prioritas,” pungkas Nuzul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *