Diduga Dianiaya Pelajar SMK Beda Sekolah, Siswa SMK Muhammadiyah Kuningan Masuk IGD

Diduga Dianiaya Pelajar SMK Beda Sekolah, Siswa SMK Muhammadiyah Kuningan Masuk IGD
Pelajar SMK Muhammadiyah Kuningan menjadi korban penganiayaan oleh siswa SMK lainnya di Kabupaten Kuningan, tampak berada di UGD RS Sekar Kamulyan, Cigugur, Kuningan, Selasa (27/1/2026). Foto: ist
1 minggu ago 359 Dilihat

SIWINDU.COM – Seorang siswa SMK Muhammadiyah Kuningan diduga menjadi korban penganiayaan oleh sesama pelajar SMK dari sekolah berbeda saat pulang sekolah, Senin (26/1/2026) sore sekitar pukul 15.00 WIB, di wilayah Cigadung hingga perbatasan Kadugede, Kabupaten Kuningan (sekitar gapura selamat datang). Akibat kejadian tersebut, korban harus dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Sekar Kamulyan, Cigugur Kuningan.

Kronologi kejadian diungkapkan kakak korban, Caesar Dzikri Ryansyah. Ia menjelaskan, insiden bermula saat adiknya melintas menggunakan sepeda motor di kawasan pertanian sebelum menuju arah Cigadung. Di lokasi tersebut, korban diduga sudah diikuti oleh sekelompok pelajar dari sekolah lain.

“Awalnya di daerah pertanian sudah ada anak-anak SMK (pelajar dari SMK lain). Adik saya mendahului mereka dan lanjut ke arah Cigadung perbatasan Kadugede dekat dengan gapura selamat datang. Di situ tangan kanan adik saya dipegang oleh salah satu dari mereka,” ujar Dzikri, Selasa (27/1/2026).

Menurutnya, tindakan tersebut semula diduga hendak menggiring korban ke bahu jalan. Namun justru berujung pada kecelakaan.

“Bukannya ke bahu jalan, malah digas. Adik saya kebanting ke tengah jalan. Posisi belum jatuh sepenuhnya, dari arah Cigadung datang motor boncengan pelajar (salah satu SMKN di Kuningan) yang diketahui juga satu kelompok, lalu menabrak adik saya,” jelasnya.

Akibat tabrakan tersebut, korban terjatuh ke jalan. Situasi semakin memburuk ketika beberapa pelajar dari kelompok tersebut turun dari sepeda motor.

“Setelah jatuh, ada satu orang yang langsung menendang kepala adik saya,” ungkap Dzikri menceritakan kronologis kejadian sesuai yang diceritakan adiknya itu.

Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut segera datang dan membubarkan keributan. Para terduga pelaku langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor.

Baca Juga:  Diduga Tawuran Geng Motor Terjadi di Jalan Baru Cilimus, Sejumlah Pemuda Membawa Sajam

Korban kemudian dibawa ke IGD RS Sekar Kamulyan Kuningan oleh anggota Polsek Cigugur untuk mendapatkan penanganan medis. Dzikri menyebutkan, pihak kepolisian awalnya menerima laporan dari warga terkait adanya kecelakaan lalu lintas di lokasi kejadian.

“Kami bertemu dengan Polsek Cigugur di IGD dan langsung menceritakan kronologi kejadian. Dari pihak kepolisian diberikan opsi untuk mediasi yang rencananya dilakukan besok,” katanya.

Meski demikian, keluarga menegaskan, jalur hukum tetap akan ditempuh apabila proses mediasi tidak memberikan rasa keadilan bagi korban.

“Terkait laporan resmi, akan kami lakukan besok jika hasil mediasi tidak sesuai dengan yang kami inginkan,” tegas Dzikri.

Ia juga menekankan, peristiwa kekerasan tersebut bukan kali pertama terjadi, sehingga pihak keluarga mendesak adanya ketegasan dari aparat penegak hukum serta pihak terkait lainnya.

“Kejadian seperti ini sudah berulang. Kami menuntut ketegasan dari kepolisian, pihak sekolah, dan juga Dinas Pendidikan. Kekerasan antar pelajar tidak boleh terus dibiarkan,” pungkas Dzikri, seraya menambahkan terduga pelaku usai melakukan penganiayaan langsung pergi menuju Cikijing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *