Hadiri Puncak HUT ke-80 PWI, Bupati Dian Minta Informasi Publik Tak Picu Kegaduhan

Hadiri Puncak HUT ke-80 PWI, Bupati Dian Minta Informasi Publik Tak Picu Kegaduhan
Bupati Kuningan Dian R Yanuar bersama Ketua PWI Nunung Khazanah, saat acara puncak HUT ke-80 PWI dan HPN di Sekretariat PWI, Jalan Moch Yamin, Kedungarum, Sabtu (14/2/2026). Foto: mumuh muhyiddin/siwindu.com
Februari 16, 2026 16 Dilihat

SIWINDU.COM – Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menghadiri puncak peringatan HUT ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Hari Pers Nasional (HPN) tingkat Kabupaten Kuningan yang digelar di Sekretariat PWI Kuningan, Jalan Moch Yamin, Kedungarum, Sabtu (14/2/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Dian didampingi Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim) Setda Kuningan, Ucu Sukma, serta Kasubag Humas Polres Kuningan, AKP Mugiono.

Momentum peringatan delapan dekade PWI itu dimanfaatkan Dian untuk menyampaikan pesan penting kepada insan pers, terkait peran media dalam menjaga kualitas informasi publik. Ia menegaskan, kebebasan pers merupakan bagian dari demokrasi yang harus dihormati, namun tetap perlu dijalankan secara profesional dan bertanggung jawab.

“Kritik itu penting dan menjadi bagian dari perbaikan. Pemerintah tidak anti kritik. Tapi saya berharap informasi yang disampaikan ke publik tidak menimbulkan kegaduhan yang sebenarnya bisa dihindari,” ujar Dian dalam sambutannya.

Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi digital, pemberitaan memiliki dampak yang sangat cepat dan luas. Satu judul atau potongan informasi dapat membentuk opini publik dalam waktu singkat, meskipun persoalan yang diberitakan masih dalam proses atau tahapan penyelesaian.

“Tidak semua dinamika adalah konflik. Ada proses yang sedang berjalan dan itu perlu dipahami secara utuh. Karena itu objektivitas dan keberimbangan menjadi sangat penting,” katanya.

Dian menilai media memiliki peran strategis dalam menjaga suasana kondusif di daerah. Selain menjalankan fungsi kontrol sosial, pers juga diharapkan mampu menyampaikan informasi secara komprehensif serta memberi ruang klarifikasi kepada semua pihak.

“Kita semua punya tanggung jawab menjaga ruang publik tetap sehat. Informasi yang benar, berimbang, dan tidak menggiring persepsi akan memperkuat kepercayaan masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga:  PWI Kuningan Tolak Penunjukan PLt, Sebut Tidak Sah dan Langgar Aturan Organisasi

Ia juga memastikan, Pemerintah Kabupaten Kuningan terbuka terhadap masukan dan koreksi dari media. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan insan pers merupakan bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah.

Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Kuningan dalam sambutannya menyampaikan, HUT ke-80 menjadi momentum refleksi bagi seluruh anggota untuk terus menjaga integritas dan profesionalisme.

“Delapan puluh tahun PWI berdiri bukan waktu yang singkat. Ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus menjaga marwah profesi dan meningkatkan kompetensi anggota,” ujarnya.

Ia menegaskan, PWI berkomitmen mendorong wartawan tetap berpegang pada kode etik jurnalistik, mengedepankan verifikasi, serta menghadirkan pemberitaan yang berimbang.

“Kritik tetap menjadi bagian dari tugas pers sebagai kontrol sosial. Namun kritik harus berbasis fakta dan data, bukan asumsi. Kami ingin memastikan setiap informasi yang disampaikan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *