Siwindu.com – Kabupaten Kuningan dipercaya menjadi pusat pelaksanaan Gerakan Tanam Serentak Padi tingkat Provinsi Jawa Barat dalam aksi nasional yang digelar serentak di 27 provinsi dan seluruh kabupaten/kota di Indonesia, Jumat (3/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Desa Pasawahan, Kecamatan Pasawahan, ini menjadi bukti peran strategis Kuningan sebagai salah satu daerah penyangga ketahanan pangan nasional.
Gerakan Tanam Serentak merupakan program Kementerian Pertanian RI untuk mempercepat musim tanam, meningkatkan indeks pertanaman, mengoptimalkan pemanfaatan lahan, sekaligus mendongkrak produksi padi demi mewujudkan swasembada pangan nasional.
Secara nasional, kegiatan dipusatkan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Sementara di tingkat Jawa Barat, Kabupaten Kuningan ditunjuk sebagai lokasi utama pelaksanaan yang diikuti seluruh pemerintah kabupaten dan kota melalui sistem hybrid, menggabungkan kegiatan di lapangan dengan koneksi daring secara serentak.
Fokus gerakan tanam kali ini berada pada lahan hasil optimalisasi lahan (oplah), sebagai upaya meningkatkan produktivitas lahan pertanian dan mempercepat pencapaian target produksi beras nasional.
Kepala BBPMKP sekaligus Penanggung Jawab Swasembada Pangan BBPMKP dan Brigade Pangan, Sukim Supandi SSos MM, melaporkan luas tanam serentak di Jawa Barat pada hari itu mencapai 849 hektare. Dari jumlah tersebut, Kabupaten Kuningan menyumbang 93 hektare.
“Gerakan tanam serentak secara hybrid merupakan bentuk konsolidasi program nasional yang terintegrasi dan dapat dipantau secara real time. Langkah ini bertujuan mempercepat indeks pertanaman, mengoptimalkan pemanfaatan lahan, serta meningkatkan produksi padi secara berkelanjutan. Dengan dukungan benih unggul, alat dan mesin pertanian, serta pendampingan intensif, kami optimistis Jawa Barat akan semakin memperkuat perannya sebagai salah satu penyangga utama swasembada pangan nasional,” ujarnya.
Wakil Bupati Kuningan, Hj Tuti Andriani SH MKn, menegaskan Pemerintah Kabupaten Kuningan siap mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian atas berbagai program yang telah diberikan kepada petani di Kabupaten Kuningan, mulai dari optimalisasi lahan, bantuan benih unggul, mekanisasi pertanian hingga penyediaan sarana produksi.
“Dukungan pemerintah melalui program optimalisasi lahan, penyediaan benih unggul, mekanisasi pertanian, serta berbagai bantuan sarana produksi menjadi energi baru bagi petani untuk meningkatkan produktivitas. Gerakan tanam serentak ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam mendukung percepatan tanam, peningkatan produksi, dan terwujudnya swasembada pangan nasional sebagaimana menjadi salah satu prioritas pembangunan Presiden Republik Indonesia. Kuningan siap menjadi bagian dari solusi,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Dr Wahyu Hidayah MSi, mengungkapkan sektor pertanian di Kabupaten Kuningan terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
Hingga Mei 2026, luas tanam padi di Kabupaten Kuningan tercatat mencapai 28.344 hektare, dengan luas panen 27.478 hektare. Produktivitas rata-rata mencapai 61,21 kuintal per hektare sehingga menghasilkan produksi sebanyak 168.197 ton gabah.
“Capaian ini menunjukkan bahwa sistem produksi padi di Kabupaten Kuningan berada pada jalur yang stabil dan terus meningkat,” jelas Wahyu.
Menurutnya, Gerakan Tanam Serentak menjadi momentum penting untuk mempercepat musim tanam berikutnya melalui optimalisasi lahan dan peningkatan indeks pertanaman.
“Dengan dukungan benih unggul, mekanisasi pertanian, pengelolaan air yang semakin efisien, serta pendampingan penyuluh di lapangan, kami optimistis produktivitas akan terus meningkat. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, penyuluh pertanian, dan kelompok tani menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan,” katanya.
SIWINDU.COM Berita Kuningan Terbaru Hari Ini