Dari Sholawat ke Seruan Tegas: Halal Bihalal Gerindra Jabar Jadi Panggung Pesan Moral Dedi Mulyadi

Dari Sholawat ke Seruan Tegas: Halal Bihalal Gerindra Jabar Jadi Panggung Pesan Moral Dedi Mulyadi
Bupati dan Wabup Kuningan, Dian-Tuti, tampak berbincang dengan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi dalam acara Silaturahmi dan Halal Bihalal Partai Gerindra Jabar di Tasikmalaya, Sabtu (5/4/2025). Foto: ist
April 6, 2025 139 Dilihat

Siwindu.com – Nuansa religius dan semangat kebersamaan menyatu dalam momen Silaturahmi dan Halal Bihalal Keluarga Besar Partai Gerindra Jawa Barat yang digelar di Lapangan Primajasa Exhibition Center, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (5/4/2025).

Acara yang difasilitasi Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jawa Barat, H Amir Mahpud ini, menjadi ajang konsolidasi sekaligus ruang penyampaian pesan moral yang kuat kepada masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi bersama Wakil Bupati Hj Tuti Andriani SH MKn yang datang untuk mempererat tali silaturahmi politik dan sosial antar daerah.

Kehadiran Gubernur Jawa Barat yang juga Dewan Pembina DPP Partai Gerindra Jabar, H Dedi Mulyadi SH MM, menjadi magnet utama acara. Saat Dedi tiba di lokasi, ribuan hadirin yang terdiri dari simpatisan Partai Gerindra, Muslimat NU, serta masyarakat umum, menyambut dengan gegap gempita, melantunkan selawat Tola’al Badru ‘Alaina, menciptakan suasana haru sekaligus penuh semangat.

Dalam sambutannya, Dedi Mulyadi tidak hanya menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri, tetapi juga mengangkat isu-isu strategis yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Ia kembali menegaskan komitmennya terhadap kebijakan pro rakyat, termasuk dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Saya ingatkan kembali, jangan buang sampah sembarangan apalagi ke solokan. Itu yang menyebabkan banjir dan merusak ekosistem kita,” tegas Dedi yang akrab disapa KDM itu.

Namun, yang paling menyita perhatian adalah rencana kebijakan larangan membawa kendaraan pribadi bagi pelajar ke sekolah. Menurut Dedi, selain berbahaya, kebiasaan ini bisa memicu gaya hidup konsumtif sejak dini.

“Anak-anak tidak boleh bawa kendaraan ke sekolah. Kalau tetap membandel, kami akan keluarkan dari sekolah. Ini demi keselamatan dan pembentukan karakter anak-anak kita,” katanya lantang disambut riuh tepuk tangan hadirin.

Baca Juga:  Fakta Baru Diungkap KDM, 6 Bulan Lalu Sawit Hampir Ditanam di Lereng Ciremai

Tak hanya itu, Dedi juga menyampaikan pesan penting mengenai pentingnya pendidikan karakter. Ia menilai bahwa keberhasilan anak tidak semata-mata diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari sikap, etika, dan akhlak.

“Saya ingin anak-anak kita pandai bukan hanya di raport, tapi juga punya budi pekerti yang luhur. Bisa menabung, tahu tatakrama, dan menghargai orang tua serta guru,” ujarnya penuh penekanan.

Menutup pidatonya, Dedi memberi pesan khusus kepada para kepala daerah, termasuk para calon pemimpin yang akan bertarung di pilkada mendatang. Ia meminta agar pemimpin tidak hanya hadir saat kampanye, tetapi benar-benar mencintai dan melayani rakyat dalam setiap langkahnya.

“Pemimpin itu harus turun ke bawah, menyapa rakyat, merasakan apa yang mereka rasakan. Jangan hanya jadi simbol kekuasaan di balik meja,” pesannya dengan nada serius.

Acara tersebut tidak hanya menjadi ruang silaturahmi politik, tetapi juga wadah penyampaian visi besar tentang masa depan Jawa Barat lebih bersih, lebih bermoral, dan lebih dekat dengan rakyat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *