SIWINDU.com – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PAN, Drs Toto Suharto SFarm Apt, melaksanakan kegiatan reses masa sidang III tahun 2025 di Balai Desa Cineumbeuy, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Kuningan, Kamis (24/7/2025) siang.
Dalam pertemuan itu, berbagai persoalan krusial disampaikan masyarakat, mulai dari pembangunan infrastruktur desa, irigasi pertanian, pelayanan kesehatan, hingga usulan pendirian SPBU.
Sekretaris Desa Cineumbeuy, Andi Rusandi, mengawali dialog dengan mengangkat permasalahan pembangunan Balai Desa yang mangkrak sejak 2018.
“Waktu itu pembangunan dihentikan karena muncul aturan baru yang menyatakan tidak boleh. Kami terkena penalti. Mudah-mudahan ada solusi khusus agar pembangunan ini bisa dilanjutkan,” harapnya.
Tak hanya soal balai desa, Andi yang juga aktif sebagai pengurus Rumah Yatim berharap ada perhatian pemerintah terhadap yayasan yang bergerak di bidang pendidikan.
“Kami pernah dapat bantuan dari PT Telkom. Tapi sampai sekarang belum ada lagi. Sementara kegiatan pendidikan anak yatim kami jalankan di rumah pribadi. Mohon dibantu agar bisa punya gedung sendiri,” ujarnya.
Ketua RW 02, Andi Oyo, menyampaikan beberapa persoalan. Di antaranya masalah ketahanan pangan akibat aliran irigasi dari Waduk Darma yang tidak sampai ke wilayah desa. Ia mengusulkan perbaikan sarana irigasi agar petani bisa kembali panen maksimal 3 kali.
“Kami juga butuh peningkatan fasilitas di SD, seperti ruang kelas tambahan, UKS, dan laboratorium. Bahkan untuk pelayanan kesehatan pun masih banyak kendala. Saya dengar dari berita terjadi kasus keterlambatan pelayanan BPJS di rumah sakit. Ini butuh perhatian agar tidak lagi terjadi di kemudian hari,” katanya.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti pengangguran lulusan sekolah yang tak bisa melanjutkan ke perguruan tinggi, serta meminta agar perusahaan lebih membuka peluang kerja.
“Kontrak kerja jangan habis lalu nganggur. Harus ada solusi jangka panjang,” tambahnya.
Aspirasi juga disampaikan Riyanto, Wakil Ketua BPD Cineumbeuy yang menyoroti krisis air bersih di wilayahnya. Ia mengusulkan pembuatan sumur bor, serta meminta pemerintah mempermudah akses terhadap pupuk subsidi yang belakangan sulit diperoleh petani. Ia juga mengusulkan pengadaan mobil layanan kesehatan untuk kondisi darurat.
Tak hanya itu, ia juga mengangkat pentingnya penataan kembali lapangan sepakbola desa yang kini tak terurus dan bahkan disewakan. Andi Oyo juga berharap ada pembangunan tribun penonton untuk menghidupkan kembali olahraga desa yang dulu dikenal melahirkan banyak atlet.
“Kami juga usulkan pembangunan SPBU agar masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke Luragung. Termasuk kesulitan mendapatkan LPG yang masih menjadi kendala,” tuturnya.
Warga lainnya, Agus, menguatkan usulan agar dibangun saluran air di sekitar SD dan SMP karena jika hujan deras, genangan cukup parah.
“Mohon bantuan dari provinsi. Kalau berharap dari kabupaten, katanya keuangan sedang tidak baik-baik saja,” ungkapnya. Ia juga berharap ada jalan keluar bagi kelanjutan pembangunan balai desa yang sempat terhenti.
Menanggapi beragam aspirasi tersebut, Drs Toto Suharto meminta agar seluruh usulan dikumpulkan dalam bentuk proposal lengkap beserta kajian dan skala prioritas.
“Semua aspirasi kami tampung. Namun perlu diingat, penganggaran di semua level, baik Presiden, Gubernur, Bupati maupun Walikota, tetap harus melalui persetujuan Dewan. Tugas saya adalah menyampaikan dan memperjuangkan aspirasi ini ke provinsi, bahkan ke kementerian,” jelasnya.
Soal balai desa, ia mengakui adanya kendala regulasi sejak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menetapkan batasan penggunaan anggaran.
“Hanya pembangunan baru yang masuk dalam kamus RAPBD, bukan rehab. Ini jadi bahan perdebatan juga di DPRD, karena kami tahu kondisi di lapangan. Yang belum selesai bagaimana?,” katanya.
Toto juga menjelaskan, soal SPBU ke depan bisa dilakukan melalui skema Kopdes (Koperasi Desa) yang langsung terhubung ke Pertamina tanpa distributor. “Ini peluang bagi desa. Tinggal disiapkan kajiannya,” tambahnya.
Toto menegaskan, kondisi keuangan Kabupaten Kuningan saat ini memang sedang sulit, termasuk soal tunda bayar yang belum tuntas, sehingga perlu dukungan dari provinsi maupun pusat.
“Kalau usulan seperti lapangan bola, ketahanan pangan, dan akses air bersih, itu bisa kami sampaikan asal ada kajiannya. Kita bisa coba komunikasikan dengan BPMDes provinsi atau dinas terkait lainnya,” pungkas Toto yang disebut-sebut sangat layak kembali memimpin DPD PAN Kabupaten Kuningan ke depan.
SIWINDU.COM Berita Kuningan Terbaru Hari Ini