Seleksi Calon Sekda, Wahyu Sodorkan Konsep Kuningan Bersaing Lewat Investasi

Satgas MBG Kuningan Siaga! Dapur Abai Terancam Ditutup, Tapi Mayoritas Sudah Lulus Uji
Ketua Satgas MBG yang juga Pj Sekda Kuningan, Wahyu Hidayah, memberikan keterangan terkait kondisi Dapur (SPPG) MBG di Kabupaten Kuningan, Selasa (4/11/2025). Foto: Mumuh Muhyiddin/Siwindu.com
Oktober 24, 2025 18 Dilihat

Siwindu.com – Seleksi Manajemen Talenta Calon Sekda Definitif Kabupaten Kuningan menjadi ajang adu gagasan di kalangan pejabat eselon II. Salah satu peserta, Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kuningan Dr Wahyu Hidayah MSi, tampil menonjol dengan menyodorkan konsep pembangunan daerah berbasis investasi dan inovasi.

Usai mengikuti seleksi di Gedung BKPSDM Kabupaten Kuningan, Desa Cikaso, Kecamatan Kramatmulya, Jumat (24/10/2025), Wahyu menegaskan bahwa investasi adalah kunci untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus menekan berbagai persoalan sosial seperti pengangguran, kemiskinan ekstrem, dan stunting.

“Kalau kita membuka ruang investasi, otomatis ada serapan tenaga kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, dan daya beli ikut naik. Ketika daya beli meningkat, persoalan seperti stunting juga akan teratasi dengan sendirinya,” ujar Wahyu.

Menurutnya, konsep Manajemen Talenta tidak hanya menilai kemampuan administratif, tetapi juga menuntut kepemimpinan yang mampu menciptakan nilai tambah bagi daerah.

“Talenta birokrasi itu bukan hanya soal kompetensi teknis, tapi juga kemampuan melahirkan terobosan. Kuningan harus bersaing dengan hal yang tidak dimiliki daerah lain,” tegasnya.

Wahyu mencontohkan, Kuningan memiliki potensi besar di sektor wisata dan kawasan industri, khususnya di wilayah timur yang dinilai lebih tepat dikembangkan sebagai kawasan industri ketimbang pertambangan.

“Selama ini Kuningan dikenal sebagai kabupaten konservasi. Padahal dalam tata ruang, ada kawasan lindung dan ada kawasan budidaya. Nah, wilayah timur cocok untuk kawasan industri karena punya multiplier effect besar bagi ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Kendati demikian, ia menegaskan, arah pembangunan kawasan industri harus tetap memperhatikan perlindungan terhadap lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B).

“LP2B itu harga mati, tidak boleh dialihfungsikan. Tapi kalau lahan sawah dilindungi (LSD) bisa diubah peruntukannya dengan rekomendasi menteri, silakan diproses. Yang penting clear and clean,” ujar Wahyu.

Baca Juga:  PKB Kuningan Dorong Mutasi Berbasis Kinerja, Ujang: Tugas Bupati Sangat Berat

Sebagai salah satu peserta termuda dalam seleksi Manajemen Talenta, Wahyu menegaskan dirinya hanya ingin menjalani proses dengan ikhtiar terbaik.

“Saya jalani saja dengan sebaik-baiknya. Mengalir bukan berarti pasrah, tapi memastikan setiap langkah dilakukan dengan benar,” pungkas Kepala Diskatan Kuningan itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *