Tragedi Terulang, Warga Minta Pagar Pengaman Usai Bocah Hanyut di Selokan Alam ASRI

Desember 18, 2025 38 Dilihat

SIWINDU.COM – Tragedi bocah hanyut di selokan Perumahan Alam ASRI, Desa Gereba, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, kembali mengguncang warga, Kamis (18/12/2025).

Warga meminta pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah pencegahan dengan memasang pagar pengaman dan memberi peringatan keselamatan, agar tragedi serupa tidak terulang.

Pesan WhatsApp yang beredar di sejumlah grup, warga mengungkapkan sebelumnya seorang anak juga tercebur ke saluran air yang sama. Beruntung, anak tersebut selamat setelah tersangkut patok bambu di ujung selokan dan tidak terbawa ke gorong-gorong di bawah jalan.

“Udah dua kali anak keseret air di situ tuh. Yang pertama anak temen aku, tapi qodarullah dia masih selamat ketahan ada patok bambu pas ujung selokannya, ga sampe kebawa ke gorong-gorong di bawah jalan. Sekarang kejadian lagi, di tempat itu lagi, tapi qodarullah meninggal. Harus ada tindakan dari pemerintah setempat untuk dipagar,” tulis salah satu pesan yang menyebar di masyarakat.

Warga menilai saluran air terbuka dengan arus deras saat hujan menjadi risiko tinggi bagi anak-anak.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kamis (18/12/2025) sekitar pukul 15.30 WIB, Muhammad Althafaridzki (Altaf), bocah 7 tahun, yang hanyut terseret arus selokan saat bermain hujan, ditemukan meninggal dunia di aliran sungai wilayah Desa Cikubangsari.

Evakuasi oleh tim gabungan dipimpin langsung Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana, berjalan lancar. Namun insiden ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *