SIWINDU.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kuningan kembali menjadi sorotan. Sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpaksa menghentikan operasional akibat tersendatnya pencairan Dana Bantuan Pemerintah (Banper) dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Salah satu dapur yang resmi menghentikan layanan adalah SPPG Kuningan Cigandamekar Panawuan. Penghentian operasional ini disampaikan langsung Kepala Dapur SPPG setempat melalui pengumuman resmi dan pesan kepada para pemangku kepentingan sekolah.
Dalam keterangannya, Kepala Dapur SPPG Cigandamekar Panawuan menyebutkan, pencairan dana operasional dapur dihentikan oleh BGN sejak 8 Desember 2025 hingga saat ini, sehingga anggaran yang tersedia hanya mencukupi sampai pertengahan Desember.
“Dengan sangat berat hati, kami menutup dapur sementara hingga dana Bantuan Pemerintah disalurkan kembali. Anggaran dari pemerintah hanya cukup sampai hari ini dan tidak diperbolehkan menggunakan dana talangan dari pihak manapun, terutama mitra,” ungkapnya.
Ia menegaskan, kebijakan tersebut mengacu pada penjelasan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, terkait penutupan buku anggaran menjelang akhir tahun.
Terhitung mulai 17 Desember 2025, operasional dapur MBG Cigandamekar Panawuan resmi dihentikan. Pihak dapur pun meminta para PIC di masing-masing sekolah untuk memberikan pemahaman kepada siswa serta orang tua murid terkait kondisi tersebut.
Sementara itu, Koordinator Wilayah SPPI Kabupaten Kuningan, Nisa Rahmi, membenarkan, penghentian operasional dapur SPPG tidak hanya terjadi di Kuningan, melainkan juga di berbagai daerah lain.
“SPPG yang berhenti operasional memang sedang banyak terjadi, bukan hanya di Kuningan. Pencairan dana ini bersumber dari pusat dan saat ini terus kami follow up. Setiap hari dilakukan update SPPG mana saja yang dananya belum cair,” jelas Nisa, Rabu (24/12/2025).
Ia menambahkan, terkait skema pemberian MBG selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), pemerintah pusat telah menerbitkan Surat Edaran, sehingga pelaksanaannya disesuaikan dengan skema tersebut.
Berdasarkan data terbaru, sudah ada 7 SPPG di Kabupaten Kuningan yang hingga kini masih menunggu pencairan dana Banper, yakni SPPG Kuningan Pancalang Kahiyangan, SPPG Kuningan Darma Jagara, SPPG Kuningan Kadugede Tinggar, SPPG Kuningan Kadugede Babatan, SPPG Kuningan Garawangi Pakembangan, SPPG Kuningan Ciawigebang Pangkalan, dan SPPG Kuningan Cigandamekar Babakanjati.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran publik terkait keberlanjutan Program MBG, terutama bagi ribuan siswa penerima manfaat di tengah momentum libur panjang dan akhir tahun.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian waktu pencairan dana Banper dari pemerintah pusat, sementara dapur-dapur MBG berharap operasional dapat segera kembali berjalan demi pemenuhan gizi anak-anak sekolah.
SIWINDU.COM Berita Kuningan Terbaru Hari Ini