Jalan Kabupaten 6 KM Ciwaru-Cilebak Rusak Parah, Pemda Kuningan-DPRD Malah Adu Narasi APBD

Jalan Kabupaten 6 KM Ciwaru-Cilebak Rusak Parah, Pemda Kuningan-DPRD Malah Adu Narasi APBD
Kondisi jalan Kabupaten rusak parah menghubungkan Ciwaru arah Cilebak, Kabupaten Kuningan, Selasa (13/1/2026). Foto: kiriman warga
3 minggu ago 91 Dilihat

SIWINDU.COM – Di tengah memanasnya adu narasi antara Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kuningan dan DPRD soal kondisi dan pengelolaan APBD, warga di wilayah Ciwaru-Cilebak justru dihadapkan pada persoalan nyata yang tak kunjung diselesaikan, jalan kabupaten sepanjang sekitar 6 kilometer rusak parah.

Ruas jalan yang menghubungkan Desa Sumberjaya, Kecamatan Ciwaru, hingga wilayah Cilebak yang merupakan jalan berstatus kabupaten, melintasi 10 desa di dua kecamatan, serta menjadi akses utama masyarakat Cilebak menuju Pasar Ciwaru. Namun kondisi di lapangan menunjukkan kerusakan serius di banyak titik, mulai dari aspal terkelupas, lubang menganga, genangan air, hingga tambalan darurat menggunakan papan kayu dan batu.

Seorang warga setempat berinisial AS, menilai, rusaknya jalan tersebut mencerminkan kegagalan skala prioritas pembangunan, di saat elit daerah justru sibuk mempertahankan versi masing-masing soal APBD.

“Di ruang publik Pemda dan DPRD saling bicara soal anggaran, tapi kami di bawah merasakan langsung dampaknya. Jalannya rusak, aktivitas terganggu, risiko kecelakaan tinggi,” ujar AS, Selasa (13/1/2026).

AS menegaskan, jalan tersebut bukan sekadar akses lokal, melainkan urat nadi ekonomi warga lintas desa. Setiap hari, jalan itu dilalui pedagang, pelajar, petani, dan masyarakat umum untuk menjalankan aktivitas ekonomi dan sosial.

Ia menyayangkan, di tengah polemik APBD yang ramai dibicarakan, infrastruktur dasar justru terabaikan. Padahal, jalan tersebut jelas berstatus jalan kabupaten yang seharusnya menjadi tanggung jawab Pemda melalui alokasi APBD dan pengawasan DPRD.

AS juga menilai, silang pendapat antara Pemda dan DPRD terkait keterbatasan fiskal, belanja daerah, hingga skema pembiayaan pembangunan, jangan sampai berujung pada pengorbanan hak dasar masyarakat.

“Kami bayar pajak sama seperti warga lain. Kewajiban kami jalan. Tapi hak kami atas jalan yang layak seperti diabaikan. Pemerataan pembangunan itu harus adil,” tegas AS.

Baca Juga:  Bappenda Kuningan Segera Pindah ke Gedung Eks Asda 2, Pelayanan Pajak Lebih Nyaman dan Efisien

Kondisi jalan Ciwaru-Cilebak, lanjut AS, kini menjadi potret nyata dampak perang narasi APBD, di mana perdebatan di tingkat elit belum menjelma menjadi keputusan konkret di lapangan.

Untuk itu, ia mendesak Pemda dan DPRD menghentikan saling menyalahkan, serta segera menyepakati langkah nyata untuk perbaikan permanen, bukan sekadar tambal sulam.

Keluhan serupa dikuatkan Kosidin, pengguna jalan yang meski bukan warga sekitar, namun mengaku nyaris setiap Sabtu/Minggu melintasi ruas Ciwaru-Cilebak. Menurutnya, kondisi jalan sudah lama dikeluhkan, namun belum terlihat penanganan serius dari pemerintah daerah.

“Walaupun saya bukan warga sini, tapi hampir tiap hari Sabtu atau Minggu saya lewat sini. Jalannya rusak, licin, banyak lubang. Kalau hujan makin parah dan sangat membahayakan,” kata Kosidin.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemda maupun DPRD Kabupaten Kuningan terkait kepastian penganggaran dan jadwal perbaikan jalan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *