KDM Hentikan Galian Batu di Lereng Ciremai, Pekerja Dialihkan Jadi Penjaga Hutan Digaji Rp1,5 Juta per Bulan

KDM Hentikan Galian Batu di Lereng Ciremai, Pekerja Dialihkan Jadi Penjaga Hutan Digaji Rp1,5 Juta per Bulan
Gubernur KDM berbincang dengan para pekerja galian batu di wilayah Padabeunghar, Kuningan. (Foto: screenshoot YT @Kang Dedi Mulyadi)
2 minggu ago 14 Dilihat

SIWINDU.COM – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menghentikan seluruh aktivitas galian batu di kawasan Lereng Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan bagian utara, setelah menemukan praktek penambangan yang dinilai merusak lingkungan dan mengancam fungsi kawasan hutan serta daerah resapan air.

Penghentian tersebut dilakukan saat KDM melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi penambangan, Kamis (15/1/2026). Dalam sidaknya, Gubernur mendapati sejumlah titik galian batu yang telah merusak bentang alam di kawasan kaki gunung tertinggi di Jawa Barat itu.

“Gunung Ciremai ini bukan tempat mencari untung dengan cara merusak. Ini kawasan yang harus dijaga karena menjadi penyangga kehidupan masyarakat Jawa Barat,” tegas Dedi Mulyadi di lokasi.

Menurut KDM, aktivitas galian batu di lereng Ciremai berpotensi menimbulkan dampak serius, mulai dari kerusakan ekosistem, berkurangnya sumber mata air, hingga meningkatkan risiko longsor bagi wilayah sekitar.

“Hari ini aktivitas penambangan batu di sini saya nyatakan dihentikan. Tidak ada kompromi untuk kegiatan yang merusak lingkungan, apalagi di kawasan konservasi,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan kawasan bekas galian yang luasnya mencapai puluhan hektare akan dipulihkan dan dikembalikan ke fungsi awal sebagai hutan. Proses rehabilitasi akan dilakukan secara bertahap dengan pengawasan ketat.

“Lahan yang rusak ini akan kita kembalikan menjadi hutan. Negara tidak boleh kalah oleh keserakahan segelintir orang,” kata KDM.

Tak hanya menutup tambang, KDM juga menyiapkan solusi sosial bagi para pekerja galian batu agar tidak kehilangan mata pencaharian. Para pekerja tambang akan dialihkan menjadi penjaga hutan sekaligus penanam dan perawat pohon di kawasan bekas tambang.

Mereka akan ditugaskan untuk menanam, merawat, dan menjaga pohon hingga benar-benar tumbuh selama empat tahun, dengan gaji Rp1,5 juta per bulan yang dibiayai oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga:  Isu Banjir Kiriman dari Kuningan, KDM Turun Langsung ke Cirebon

“Para pekerja tambang tidak kita tinggalkan. Mereka akan kita pekerjakan untuk menanam dan merawat pohon di lahan ini selama empat tahun,” jelas KDM.

“Setiap orang akan mendapat upah Rp1,5 juta per bulan dari Pemprov Jabar. Tugasnya jelas, tanam pohon, rawat, dan jaga sampai benar-benar tumbuh,” tambahnya.

Menurut KDM, pendekatan tersebut jauh lebih manusiawi dan berkelanjutan dibandingkan sekadar menutup tambang tanpa solusi.

“Lebih mulia menanam pohon daripada menggali batu yang merusak alam dan mengancam masa depan anak cucu kita,” tandasnya.

KDM menegaskan, pemulihan lingkungan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata. Ia menekankan pentingnya perawatan jangka panjang agar hutan benar-benar pulih dan kembali berfungsi secara ekologis.

“Saya tidak mau penanaman pohon hanya seremonial. Pohon harus hidup, dirawat, dan dijaga. Karena itu masyarakat kita libatkan langsung,” katanya.

Ia pun mengingatkan, Gunung Ciremai memiliki peran vital sebagai sumber air dan penyangga kehidupan, tidak hanya bagi Kabupaten Kuningan, tetapi juga wilayah lain di Jawa Barat.

“Ciremai ini sumber air, sumber kehidupan. Kalau rusak, yang menanggung dampaknya bukan cuma Kuningan, tapi wilayah lain di Jawa Barat,” pungkas KDM.

Meski demikian, KDM memastikan tidak akan menutup semua lokasi penambangan batu dan pasir di Kuningan, karena ada kebutuhan masyarakat untuk batu dan pasir. Yang ditutup hanya lokasi yang berbahaya dan berpotensi menimbulkan bencana, sedangkan yang tetap beroperasi adalah yang tidak berbahaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *