Bukan Sekadar Ngaji, Santri Al-Multazam Buktikan Jago Robotika di Ajang Internasional

Siwindu.com – Santri Pondok Pesantren Terpadu Al-Multazam kembali membuktikan bahwa dunia pesantren tak hanya melahirkan generasi yang unggul dalam ilmu agama, tetapi juga mampu berprestasi di bidang sains dan teknologi.

Buktinya, kontingen robotika Al-Multazam sukses membawa pulang sejumlah podium dalam World Robotic Center Competition (WRCC) yang digelar di Malaysia.

Prestasi tersebut terasa semakin istimewa karena bukan kali pertama santri Al-Multazam menorehkan prestasi di kompetisi robotika internasional. Dalam dua tahun sebelumnya, mereka juga berhasil mencatatkan prestasi pada ajang robotika tingkat internasional.

Konsistensi ini menjadi bukti keseriusan Al-Multazam dalam mengembangkan potensi santri di bidang teknologi, kreativitas, inovasi, sekaligus kemampuan berkompetisi di level global.

Pada WRCC tahun ini, persaingan berlangsung cukup ketat. Sekitar 1.300 peserta yang tergabung dalam 325 tim dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura ambil bagian dalam kompetisi tersebut.

Namun, para santri SMPIT dan SMAIT Al-Multazam mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Pada kategori Open, tim SMA yang diperkuat Hasna Humaira Azzahra dan Keisya Nurzahirah Azzalea berhasil meraih 3rd Champion Robot Creative Senior.

Kemudian pada nomor Robot Line Follower Senior, tim SMA Daneen Falisha Alfarisi dan Najwa Fatim sukses meraih 2nd Runner-up. Sementara tim SMP Azzila Awwalia Azzahra dan Annisa Anti Tirania meraih 1st Harapan.

Prestasi berikutnya diraih melalui nomor Robot Transporter Senior. Tim SMA Ghina Aghnia Rochendi dan Keisya Nurzahirah Azzalea berhasil menjadi 2nd Champion, sedangkan tim SMP Regina Callysta dan Filza Aulia menempati posisi 2nd Runner-up.

Pada kategori Close, prestasi gemilang ditorehkan tim SMP C pada nomor Robot Transporter Junior. Adeline Puteri Qonita dan Afaf Sayyidah berhasil keluar sebagai 1st Champion.

Sementara pada nomor Robot Transporter Senior, tim SMA yang diperkuat Ghina Aghniya Rochendy, Keisya Nurzahirah Azzalea, dan Hasna Humaira Azzahra meraih 2nd Runner-up.

Baca Juga:  Santri Al-Multazam Raih Enam Gelar Juara Dunia di Ajang Robotika Internasional Kuala Lumpur

Tim SMP D yang beranggotakan Filza Aulia dan Qonita Isman Taqiyya juga tampil gemilang dengan meraih 1st Runner-up.

Prestasi lainnya datang dari nomor Robot Soccer Senior. Tim SMA Daneen Falisha Alfarisi dan Najwa Fatim berhasil mengamankan posisi 2nd Runner-up.

Sedangkan pada nomor Robot Soccer Junior, tim SMP A yang terdiri dari Salsabila Ghina Hijannah, Nidaan Khofiyya Ar Ramadhani, Azzila Awwalia Azzahra, dan Regina Callysta sukses meraih 3rd Champion.

Tim SMP B yang diperkuat Zanna Arofah Rizki, Ranna Sabiya Atmosoedirdjo, dan Annisa Anti Tirania turut menyumbangkan prestasi dengan meraih 3rd Runner-up.

Ketua I YPI Al-Multazam HK, KH Adin Nurhaedin Lc, yang turut mendampingi kontingen selama mengikuti kompetisi di Malaysia, mengaku bersyukur atas capaian para santri.

Menurutnya, deretan prestasi tersebut merupakan buah dari proses belajar, ikhtiar, latihan, serta keberanian para santri dalam menerapkan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Al-Multazam.

“Alhamdulillah, kami merasakan kebahagiaan yang luar biasa karena mendapatkan juara dalam ajang WRCC, World Robotic Center Competition,” ujar KH Adin.

Ia menyebut pencapaian tersebut menjadi kenikmatan tersendiri setelah para santri berjuang dan menunjukkan kemampuan mereka di tengah persaingan peserta dari tiga negara.

“Ini merupakan kenikmatan yang besar dan tentunya merupakan nikmat dari Allah SWT setelah anak-anak berikhtiar, belajar dengan sungguh-sungguh, menunjukkan keberanian, serta menunjukkan kepiawaian mereka dalam menerapkan ilmu pengetahuan yang telah diberikan di Pondok Pesantren Terpadu Al-Multazam,” katanya.

Meski berhasil membawa pulang banyak penghargaan, KH. Adin mengingatkan para santri agar tidak berhenti pada capaian tersebut.

Menurutnya, pengalaman dan ilmu yang diperoleh selama mengikuti kompetisi harus terus dikembangkan sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar.

Baca Juga:  Siswa SDIT Al-Multazam Raih Medali Perak Olimpiade Matematika Internasional di Sydney

“Kami berharap bahwa mereka tidak berhenti di sini, tetapi melanjutkan apa yang telah dipelajari di Pondok Pesantren Terpadu Al-Multazam untuk memberikan manfaat yang lebih besar ke depannya, lebih khusus untuk Indonesia,” tuturnya.

Pengalaman berkompetisi di Malaysia juga diharapkan mampu memperluas wawasan para santri mengenai pentingnya penguasaan teknologi untuk menghadapi masa depan.

KH Adin berharap para santri Al-Multazam nantinya tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menciptakan karya dan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia pun berharap generasi muda Indonesia ke depan dapat mengambil peran dalam mengelola dan membangun bangsa dengan bekal ilmu pengetahuan dan teknologi yang mereka miliki.

“Semoga negara yang besar ini, negara Indonesia yang besar ini bisa dikelola dengan baik oleh mereka di kemudian hari,” ujarnya.

Prestasi di WRCC Malaysia akhirnya menjadi lebih dari sekadar catatan kemenangan. Dari balik podium dan medali, terdapat proses pendidikan yang mendorong santri untuk berani mencoba, berpikir kreatif, bekerja sama, menguasai teknologi, dan berkompetisi di tingkat internasional.

Al-Multazam pun kembali menunjukkan bahwa pesantren memiliki ruang yang luas untuk melahirkan generasi yang kuat dalam ilmu agama sekaligus mampu bersaing dalam perkembangan sains dan teknologi dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *