Siwindu.com – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Kuningan memperingati Milad ke-23 dengan penuh khidmat dan kehangatan di Auditorium Sabilulungan, Sekretariat DPD PKS Kabupaten Kuningan, Jalan Ir H Juanda, Kelurahan Cijoho, Kuningan, Minggu (20/4/2025).
Peringatan milad yang dirangkaikan dengan halal bihalal ini dihadiri langsung oleh Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi, Wakil Bupati Hj Tuti Andriani SH MKn, jajaran Fraksi PKS DPRD Kuningan, tokoh-tokoh PKS, pengurus DPD, serta para Ketua DPC PKS dari seluruh kecamatan.
Dalam sambutannya, Ketua DPD PKS Kuningan Ustadz H Dwi Basyuni Natsir Lc, menjelaskan bahwa acara tersebut sengaja dibuat sederhana dan terbatas hanya sampai tingkat kecamatan, sebagai bentuk efisiensi dan meneladani gaya kepemimpinan yang dijalankan saat ini.
“Teman-teman pengurus DPC PKS yang saya cintai dan banggakan, mohon maaf Pak Bupati, acara ini kita batasi hanya sampai tingkat kecamatan. Karena sebagaimana ungkapan orang, pengikut akan mengikuti gaya pemimpinnya. Ketika pimpinannya efisien, maka pengikutnya pun akan melakukan efisiensi,” ucapnya.
Ia menyampaikan bahwa usia 23 tahun adalah fase penuh semangat dan produktivitas, saat yang tepat untuk menorehkan sejarah bersama pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Kuningan.
“Kita tidak hanya sebagai partai pendukung Bupati dan Wakil Bupati, tapi ingin menjadi bagian dari sejarah dan kebanggaan warga Kuningan. Ini akan terbukti dari hasil kerja nyata yang bisa dirasakan langsung masyarakat,” ungkapnya.

Dwi menambahkan, menuju Indonesia Emas 2045, PKS siap mengambil peran sejak saat ini. Usia partai yang ke-23 dianggap sebagai masa muda yang penuh energi, tangguh secara fisik, matang secara mental dan akal, serta siap melaksanakan kerja-kerja besar demi pembangunan jangka panjang.
Ia juga menyampaikan pesan keumatan dari Rasulullah SAW bahwa setiap insan akan ditanya tentang masa mudanya digunakan untuk apa. Hal ini, menurutnya, berlaku juga untuk partai dan kepemimpinan.
“Walaupun pertanyaan itu untuk pribadi, tidak ada salahnya kita bertanya, saat muda memimpin partai, apa yang sudah dilakukan? Jangan sampai ketika tua malah melemah. Maka di usia muda PKS ini, mari kita terus berperan aktif untuk melayani dan membangun,” tuturnya.
Dwi menyebut bahwa seluruh Ketua DPC dari 32 kecamatan hadir sebagai bagian dari konsolidasi struktural hingga ke tingkat ranting. Ia juga menyampaikan bahwa akan ada penyegaran kepengurusan DPD pada Agustus mendatang.
“Insya Allah nanti akan ada pergantian kepengurusan. Mohon doa dari semuanya, semoga kami bisa khusnul khotimah. Semoga ada kebaikan yang bisa ditinggalkan untuk generasi selanjutnya,” ujar Dwi.
Ia menutup sambutan dengan semangat sinergi dan memperkenalkan para tokoh DPD PKS yang hadir sebagai bentuk keterbukaan dan penguatan kolaborasi bersama pemerintah daerah.
“Ini pengalaman pertama bagi PKS bisa secara langsung mendukung pemerintahan. Kita semua bisa bersinergi untuk mendukung pembangunan yang lebih baik di Kabupaten Kuningan,” tegas Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kuningan itu.
Sementara itu, Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi, dalam sambutannya menyampaikan selamat milad kepada PKS ke-23, serta apresiasi atas kekuatan struktur dan konsistensi perjuangan PKS bagi rakyat.
“Kalau lihat sejarah PKS itu awalnya dari Partai Keadilan, sekarang sudah milad ke-23. Selamat untuk PKS. Terus bersinergi memperjuangkan umat,” ucapnya.
Dalam suasana akrab, Bupati Dian menyelipkan guyonan tentang gaya hidup minimalis yang kini menjadi tren, termasuk di kalangan pemimpin.
“Semuanya sekarang minimalis, termasuk yang duduk di depan ini. Pak Ustadz Jajang minimalis, Pak Dwi minimalis, saya juga minimalis. Sekarang memang zamannya orang-orang minimalis di Kuningan,” katanya yang disambut tawa hadirin.
Ia menekankan pentingnya halal bihalal sebagai momen memperkuat ukhuwah dan empati. Menurutnya, Ramadan dan Idul Fitri bukan sekadar soal menahan lapar dan haus, tapi juga sarana melatih kepekaan sosial dan semangat gotong royong.
Bupati Dian secara khusus mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan tulus PKS saat Pilkada lalu.
“Dari awal saya mencalonkan, saya sudah yakin PKS harus ada di barisan saya. Dan ternyata keyakinan saya tidak salah. Saya jadi regreg, jadi pede, ketika PKS berdiri penuh di belakang saya,” ungkapnya.
Bagi Bupati, kemenangan yang diraih bukan hanya sekadar kontestasi politik, melainkan juga jalan untuk membawa perubahan yang lebih baik bagi masyarakat Kuningan. Ia menyebut usia 23 tahun sebagai usia yang penuh semangat, dan berharap PKS tetap konsisten menjaga prinsip, kepedulian, dan pelayanan terhadap rakyat.
Bupati juga menyampaikan kekagumannya terhadap sosok Dwi Basyuni yang dinilainya sebagai pemimpin visioner, tenang, dan berdedikasi.
“Pak Ustadz Dwi orang yang tidak banyak bicara, tapi banyak bekerja. Visinya jelas. Dari binar matanya saya lihat ada kecintaan mendalam terhadap partainya,” puji Bupati.
Ia menambahkan, PKS berhasil mengakomodasi keterwakilan perempuan hingga 30 persen dalam struktur calon legislatif, menunjukkan keberpihakan pada kesetaraan.
“PKS percaya bahwa perempuan tidak kalah dari kaum laki-laki. Saya sendiri didampingi oleh Bu Tuti yang membawa sentuhan khas perempuan dalam membangun Kuningan,” ujarnya.
Bupati menutup sambutan dengan harapan agar sinergi antara PKS dan Pemerintah Daerah terus terjaga dalam menghadirkan kebijakan yang adil dan berpihak kepada rakyat.
“Perpaduan ini akan membawa Kuningan menjadi lebih baik. Saya bangga berada di tengah-tengah keluarga besar PKS. Mari kita terus bangun Kuningan yang adil dan sejahtera,” ajaknya.
Acara ditutup dengan pemotongan tumpeng dan tausiyah dari KH Ayi Abdul Rasyid Lc MPd. Suasana penuh kehangatan dan optimisme menandai semangat PKS dalam melayani rakyat dan menjadi bagian penting dari perubahan Kabupaten Kuningan.
SIWINDU.COM Berita Kuningan Terbaru Hari Ini