Bupati Dian Jawab Tuntutan Mahasiswa, Tegaskan Efisiensi Anggaran Besar-besaran hingga Transparansi Program

Bupati Dian Jawab Tuntutan Mahasiswa, Tegaskan Efisiensi Anggaran Besar-besaran hingga Transparansi Program
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar (kiri) menjawab tuntutan mahasiswa soal tunjangan DPRD, Program Kuningan Caang, hingga TdL dalam audiensi dengan mahasiswa Cipayung Plus, di Aula Setda Kuningan, Rabu (10/9/2025). Foto: Mumuh Muhyiddin/Siwindu.com
September 10, 2025 43 Dilihat

Siwindu.com Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi akhirnya angkat bicara menanggapi kritik mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus dalam audiensi di Aula Setda Kuningan, Rabu (10/9/2025). Dengan gaya santai namun tegas, Dian menekankan komitmen pemerintah untuk efisiensi anggaran, transparansi, serta membuka ruang koreksi dari publik.

“Terima kasih adik-adik sudah hadir dengan cara yang santun. Saya bangga ada kepedulian yang kuat dari mahasiswa terhadap persoalan di Kuningan. Masukan ini sangat berarti untuk perbaikan,” ujar Dian.

Menanggapi sorotan soal tunjangan rumah DPRD yang dinilai tidak wajar, Dian menjelaskan bahwa pemberian tunjangan sudah diatur dalam PP Nomor 17 Tahun 2018 tentang Hak Keuangan DPRD.

“Ini bukan soal patut atau tidak, tapi memang ada dasar hukumnya. Namun saya catat kritik dari mahasiswa. Saya akan komunikasikan dengan pimpinan dewan, karena eksekutif dan legislatif harus bersama-sama menyesuaikan kemampuan anggaran,” tegasnya.

Dian juga mengungkap kondisi APBD Kuningan saat ini tidak sehat, sehingga pemerintah menerapkan efisiensi besar-besaran.

“Perjalanan dinas dipangkas 50 persen, rapat-rapat di hotel ditiadakan 100 persen. Bahkan kendaraan dinas saya pakai mobil bekas. Ini bentuk kepedulian kita, karena kita semua sedang prihatin,” jelasnya.

Terkait sorotan atas program Kuningan Caang yang dianggap tidak jelas, Dian menegaskan pemerintah tidak tinggal diam.

“Memang ada sejumlah lampu penerangan jalan yang mati. Tahun ini kami prioritaskan pemeliharaan, meskipun anggarannya terbatas. Kita juga dorong kerja sama dengan desa dan pihak ketiga agar Kuningan benar-benar caang,” terangnya.

Menjawab kritik soal Tour de Linggarjati yang disebut seremonial, Dian menegaskan, penyelenggaraan TdL bukan untuk hura-hura, melainkan strategi promosi Kuningan.

“Tahun ini TdL betul-betul 0 rupiah APBD. Semua ditopang sponsor. Justru manfaatnya terasa, karena pemberitaan tentang Kuningan bisa masuk hingga mancanegara. Itu promosi gratis yang sangat berharga,” katanya.

Baca Juga:  Sindiran Keras Wakil Ketua DPRD Kuningan: Implementasi Stimulan bagi MD Harus Jadi Prioritas Pemerintah, Faktanya?

Meski begitu, Dian menambahkan, infrastruktur jalan tetap menjadi prioritas. “Memang ada jalur TdL yang rusak, tapi rutenya sudah kami sesuaikan. Tahun ini kita siapkan perbaikan 117 ruas jalan. Tidak mudah di tengah fiskal yang berat, tapi pelan-pelan kita tuntaskan,” jelasnya.

Di akhir, Dian menegaskan dirinya tidak anti kritik. Ia justru meminta mahasiswa terus memberi masukan untuk pembangunan Kuningan.

“Berikan saya kritik, berikan saya saran. Saya akan terima dengan lapang dada. Kuningan ini rumah kita bersama. Saya baru enam bulan menjabat, mohon waktu dan dukungan untuk berbuat yang terbaik,” pungkasnya seraya meminta para Kepala SKPD terkait menjelaskan masing-masing bidang yang menjadi sorotan publik saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *