Tembok Penyangga Jembatan Longsor di Selajambe, Akses Jalan Kabupaten Terancam Putus

Tembok Penyangga Jembatan Longsor di Selajambe, Akses Jalan Kabupaten Terancam Putus
Tembok Penyangga Jembatan Longsor di Selajambe, Akses Jalan Kabupaten Terancam Putus, Jumat (20/12/2025). Foto: BPBD Kuningan
Desember 20, 2025 158 Dilihat

SIWINDU.COM — Bencana tanah longsor terjadi di Dusun Babakan RT 008 RW 004, Desa Padahurip, Kecamatan Selajambe, Kabupaten Kuningan, Jumat (19/12/2025) dini hari.

Longsoran mengakibatkan tembok penyangga jembatan ambruk dan mengancam akses jalan kabupaten penghubung Desa Padahurip dengan Dusun Babakan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, menjelaskan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 05.44 WIB, dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis (18/12/2025) siang hingga malam.

“Hujan berlangsung cukup lama, dari pukul 13.00 WIB sampai 22.58 WIB. Debit air sungai meningkat dan menyebabkan tembok penyangga jembatan mengalami longsor,” ujar Indra Bayu Permana dalam keterangannya, Sabtu (20/12/2025).

Ia menyebutkan, panjang longsoran mencapai sekitar 2 meter, tinggi 5 meter, dan lebar 8 meter. Material longsor juga menutup sebagian alur anak Sungai Pajagan, sehingga kondisi jembatan saat ini dalam status terancam ambruk.

“Dampak lainnya, jalan kabupaten yang menjadi akses utama warga terancam putus. Untuk sementara, akses jalan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat,” tambahnya.

BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, potensi risiko masih cukup tinggi apabila terjadi hujan susulan.

Sebagai langkah penanganan darurat, aparat desa telah berkoordinasi dengan aparat kecamatan, TNI, Polri, serta BPBD Kabupaten Kuningan. BPBD juga telah menerjunkan tim assessment dari Pusdalops PB guna melakukan kaji cepat di lokasi kejadian.

“Sementara ini aparat desa memasang police line dan rambu peringatan waspada longsor untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Indra.

Kondisi mutakhir di lokasi, lanjutnya, cuaca terpantau berawan. Namun demikian, kebutuhan mendesak saat ini adalah perbaikan penyangga jembatan agar akses masyarakat tidak terputus dan risiko ambruk bisa segera diantisipasi.

Baca Juga:  Rokhmat Ardiyan Klarifikasi Longsor Cilengkrang: "Kami Patuhi Aturan, Ini Soal Cuaca Ekstrem"

“Langkah lanjutan akan kami koordinasikan dengan pemerintah desa dan pihak terkait lainnya. Perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan,” pungkas Indra Bayu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *