Pelantikan Pejabat Pemkab Kuningan Digelar Besok, Pengamat: Kursi Nyaman Mulai Tak Aman

Pelantikan Pejabat Pemkab Kuningan Digelar Besok, Pengamat: Kursi Nyaman Mulai Tak Aman
Ilustrasi rotasi jabatan ASN
4 minggu ago 27 Dilihat

SIWINDU.COM – Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan kembali menggelar agenda strategis di awal tahun 2026. Berdasarkan surat undangan resmi Sekretariat Daerah Kabupaten Kuningan, pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Administrator di lingkungan Pemkab Kuningan dijadwalkan berlangsung Selasa (6/1/2026).

Agenda pelantikan akan digelar mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai bertempat di Kebun Raya Kuningan (KRK), Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan. Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan tersebut akan dipimpin langsung oleh Bupati Kuningan.

Dalam surat bernomor 800/10/BKPSDM tertanggal 2 Januari 2026, disebutkan, pelantikan dilaksanakan dalam rangka pengangkatan, alih tugas, dan pengukuhan jabatan Administrator di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan.

Undangan ditujukan kepada sejumlah pejabat strategis, mulai dari Asisten Sekretariat Daerah, Staf Ahli Bupati, Kepala Perangkat Daerah, hingga Kepala Bagian di lingkup Sekretariat Daerah Kabupaten Kuningan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, Uu Kusmana SSos MSi, selaku penandatangan undangan, menegaskan agar seluruh undangan hadir 30 menit sebelum acara dimulai serta mengenakan pakaian sesuai ketentuan yang berlaku pada hari itu. Undangan tersebut juga ditembuskan kepada Bupati dan Wakil Bupati Kuningan sebagai laporan.

Agenda pelantikan ini sekaligus menandai kembali menghangatnya dinamika birokrasi Pemkab Kuningan di awal tahun. Terlebih, pelantikan kali ini disebut-sebut tidak sekadar seremonial, melainkan menjadi bagian dari penyegaran organisasi dan penguatan kinerja pemerintahan daerah.

Seiring mencuatnya isu mutasi, rotasi, dan promosi jabatan, suasana di internal birokrasi Pemkab Kuningan pun mulai terasa berbeda. Sejumlah aparatur sipil negara (ASN) dikabarkan mulai diliputi rasa penasaran sekaligus kecemasan, terutama bagi mereka yang selama ini dianggap menempati “kursi nyaman”.

Pengamat politik Kuningan, Sujarwo yang akrab disapa Mang Ewo, menilai kegelisahan tersebut sebagai hal yang wajar. Menurutnya, setiap agenda mutasi selalu menghadirkan efek psikologis di kalangan birokrat.

Baca Juga:  Mutasi Jilid 2 Meletup! Bupati Dian Lantik Pejabat Baru Senin Pagi

“Mencuatnya isu mutasi di lingkup Pemkab Kuningan yang akan berlangsung pekan ini, dipastikan akan membuat banyak birokrat dihantui rasa penasaran terhadap nasib posisinya. Bagi birokrat yang selama ini menempati posisi nyaman di kursinya, tentu akan sangat khawatir terlempar ke tempat yang selama ini dihindari,” ujar Sujarwo, Senin (5/1/2026).

Ia menilai, penataan birokrasi yang mengemuka saat ini disinyalir masih menyentuh eselon III A dan III B. Namun demikian, langkah tersebut merupakan bagian dari penataan lanjutan birokrasi di era kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar – Tuti Andriani (Dian–Tuti).

“Ini bagian dari upaya membentuk tim kerja yang lebih segar, solid, dan terbebas dari kepentingan yang tidak sejalan dengan visi-misi duet Dian–Tuti,” jelasnya.

Sujarwo menegaskan, mekanisme promosi, rotasi, dan mutasi merupakan instrumen sah dalam manajemen pemerintahan. Bahkan jika ke depan penataan birokrasi dikemas lebih luas hingga menyentuh eselon II sampai IV, hal tersebut dinilainya sebagai konsekuensi logis dari percepatan realisasi janji kampanye pasangan dengan tagline ‘Melesat’.

“Kalaupun terjadi perombakan total di setiap tingkatan eselon, siapapun harus memahami bahwa kebijakan tersebut bermaksud mempercepat berbagai janji kampanye yang sudah dilontarkan,” tegasnya.

Meski demikian, Sujarwo mengingatkan bahwa penataan birokrasi juga mengandung konsekuensi politik dan publik. Ia menekankan bahwa masyarakat memiliki hak untuk mengevaluasi bahkan menggugat jika kinerja kabinet yang dibentuk tidak menunjukkan hasil optimal.

“Jika hasil kerja kabinet yang akan dibentuknya tidak membuahkan kinerja maksimal, tentu masyarakat berhak melakukan gugatan terhadap kebijakan yang telah dikeluarkan duet Dian–Tuti,” tandasnya.

Lebih jauh, Sujarwo optimistis penataan birokrasi kali ini akan berjalan relatif tepat sasaran. Optimisme tersebut didasarkan pada rekam jejak Dian Rachmat Yanuar yang telah lama malang melintang di birokrasi Pemkab Kuningan, termasuk pernah menduduki jabatan strategis sebagai Sekretaris Daerah.

Baca Juga:  Isu Mutasi Elon Carlan Disorot, Uha: Jangan Bungkam Pejabat Profesional

“Dengan pengalaman Dian RY yang sangat matang di birokrasi, serta posisinya sebagai Panglima ASN, mustahil terjadi salah penempatan. Dian sudah sangat memahami karakter dan etos kerja seluruh stafnya,” pungkas Mang Ewo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *