SIWINDU.COM – Jajaran pengurus baru Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kuningan periode 2025–2026 resmi dilantik dan dikukuhkan. Prosesi pelantikan yang digelar di Teras Pendopo Kabupaten Kuningan, Senin (5/1/2026), menjadi penanda dimulainya arah gerak baru organisasi dalam memperkuat peran mahasiswa dalam isu-isu strategis daerah.
Pelantikan tersebut dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Kuningan, Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, Majelis Daerah KAHMI Kuningan, perwakilan Pengurus Besar HMI, Badko HMI Jawa Barat, serta sejumlah tokoh dan undangan. Kehadiran lintas unsur ini menunjukkan posisi HMI sebagai organisasi mahasiswa yang memiliki relevansi kuat dalam ruang publik dan pembangunan daerah.
Ketua Umum HMI Cabang Kuningan, Muhammad Naufal Harits, menegaskan, kepengurusan periode 2025–2026 akan difokuskan pada penguatan kaderisasi dan peningkatan kapasitas intelektual mahasiswa. Menurutnya, HMI harus hadir sebagai ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kesadaran sosial kader.
Ia menekankan pentingnya menjaga nilai keislaman dan keindonesiaan sebagai fondasi gerakan HMI. Dengan nilai tersebut, kader diharapkan mampu bersikap kritis terhadap berbagai persoalan daerah sekaligus menghadirkan gagasan yang solutif.
“Pelantikan ini bukan sekadar pergantian struktur, tetapi awal tanggung jawab kolektif untuk menghadirkan peran nyata HMI dalam menjawab persoalan masyarakat dan daerah,” ujarnya.
Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, dalam sambutannya mengapresiasi pelantikan pengurus HMI Kuningan. Ia menilai HMI sebagai organisasi mahasiswa yang memiliki kontribusi besar dalam melahirkan sumber daya manusia unggul di berbagai bidang.
Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan dan kontrol sosial yang konstruktif. Oleh karena itu, ia mendorong HMI Cabang Kuningan untuk aktif terlibat dalam isu-isu pembangunan daerah melalui gagasan, kajian, dan kritik yang bertanggung jawab.
“Pemerintah daerah terbuka untuk bersinergi dengan HMI. Kami berharap HMI Kuningan dapat menjadi mitra kritis yang solutif dan berorientasi pada kepentingan publik,” kata Dian.
Sementara itu, perwakilan MD KAHMI Kuningan, Diding Wahyudin, mengingatkan bahwa pelantikan pengurus merupakan awal dari amanah besar dalam melanjutkan nilai dan perjuangan HMI.
Ia menegaskan pentingnya konsistensi kader dalam menjaga identitas HMI sebagai organisasi kader yang berlandaskan iman, ilmu, dan amal.
Menurutnya, tantangan zaman menuntut kader HMI untuk tidak hanya kuat secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral dan keberpihakan sosial.
Rangkaian pelantikan dilanjutkan dengan kegiatan Studium General yang menghadirkan Kabid Penelitian Kebijakan Strategis PB HMI, Yusuf Sugiarto, serta Ketua Umum Badko HMI Jawa Barat, Siti Nurhayati. Dalam forum tersebut, kader HMI didorong untuk meningkatkan kepekaan terhadap persoalan sosial, ekonomi, dan kebijakan publik yang berkembang di daerah.
Yusuf Sugiarto menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam kajian dan advokasi kebijakan strategis berbasis riset. Menurutnya, HMI memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam menghadirkan rekomendasi kebijakan yang berpihak pada kebutuhan riil masyarakat.
Sementara itu, Siti Nurhayati mengajak seluruh kader HMI Kuningan untuk terus menjaga militansi perjuangan, memperkuat solidaritas organisasi, serta adaptif terhadap dinamika zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar HMI.
Kegiatan pelantikan dan Studium General tersebut ditutup dengan diskusi interaktif dan doa bersama sebagai peneguhan komitmen pengurus dan kader HMI Cabang Kuningan dalam menjalankan amanah organisasi periode 2025–2026.
SIWINDU.COM Berita Kuningan Terbaru Hari Ini