Rektor Baru Uniku! Prof Dikdik Harjadi Pamit, Dr Anna Fitri Resmi Dilantik

Rektor Baru Uniku! Prof Dikdik Harjadi Pamit, Dr Anna Fitri Resmi Dilantik
Rektor baru Uniku Dr Anan Fitri Hindriana dan Rektor sebelumnya Prof Dikdik Harjadi foto bersama Ketua YPSAK, usai prosesi pelantikan, di Gedung SC Uniku, Senin (5/1/2026). Foto: Mumuh Muhyiddin/Siwindu.com
3 minggu ago 11 Dilihat

SIWINDU.COM – Universitas Kuningan (Uniku) kini memasuki era baru kepemimpinan. Menggantikan Prof Dr H Dikdik Harjadi MSi, Dr Anna Fitri Hindriana MSi resmi dilantik sebagai Rektor Uniku periode 2026–2030 dalam prosesi khidmat yang digelar di Gedung Student Center Iman Hidayat, Senin (5/1/2026).

Pelantikan tersebut dirangkaikan dengan serah terima jabatan dari rektor sebelumnya, Prof Dr H Dikdik Harjadi SE MSi. Pelantikan dihadiri Bupati Kuningan beserta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, jajaran Yayasan Pendidikan Sang Adipati Kuningan, pimpinan Senat Universitas, sivitas akademika, mitra perguruan tinggi, hingga para undangan.

Dalam sambutan perpisahannya, Prof Dikdik Harjadi menegaskan, jabatan rektor bukanlah simbol kehormatan semata, melainkan amanah besar yang sarat tanggung jawab moral dan spiritual.

“Sejak hari pertama amanah ini diletakkan di pundak saya, saya menyadari sepenuhnya bahwa jabatan rektor bukanlah simbol kehormatan, melainkan tanggung jawab yang kelak akan dipertanyakan, bukan oleh manusia, tetapi oleh Allah SWT,” tuturnya.

Ia mengakui, dinamika kepemimpinan tidak selalu berjalan mudah. Kritik, perbedaan pandangan, serta keputusan strategis yang berat menjadi bagian dari proses memimpin. Namun demikian, Prof Dikdik menegaskan, kekuatan Uniku terletak pada kebersamaan seluruh sivitas akademika.

“Setiap capaian yang kita raih tidak pernah lahir dari satu nama, melainkan dari ribuan tangan dan hati yang bekerja dengan satu tujuan,” katanya.

Di akhir masa jabatannya, Prof Dikdik menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh civitas akademika atas segala keterbatasan selama memimpin, sekaligus menitipkan nilai-nilai integritas dan kejujuran agar terus dijaga dan diwariskan.

“Pergantian kepemimpinan adalah sunnatullah. Tidak ada jabatan yang abadi, tetapi nilai-nilai yang kita tanamkan harus tetap hidup dan mengakar kuat,” ujarnya.

Baca Juga:  Mengakhiri 2 Periode Kepemimpinan, Prof Dikdik Harjadi Catatkan Sejarah Baru Uniku

Sementara itu, Rektor Uniku yang baru, Dr Anna Fitri Hindriana, menyampaikan, amanah yang diberikan kepadanya merupakan kehormatan besar sekaligus tanggung jawab yang tidak ringan.

“Kepercayaan ini saya terima dengan penuh rasa tanggung jawab dan kerendahan hati. Amanah ini adalah kehormatan yang luar biasa sekaligus tantangan yang berat,” ungkapnya.

Dr Anna menegaskan komitmennya untuk menjalankan kepemimpinan yang berlandaskan integritas, transparansi, dan akuntabilitas, serta membangun komunikasi yang kuat dengan Yayasan Pendidikan Sang Adipati Kuningan dan seluruh pemangku kepentingan.

“Setiap keputusan yang diambil harus berorientasi pada kemajuan Universitas Kuningan dan kepentingan masyarakat luas,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dr Anna juga menyampaikan apresiasi dan penghormatan kepada para pendiri Uniku serta para rektor terdahulu yang telah meletakkan fondasi kokoh sejak universitas berdiri pada 2003.

Berbagai capaian yang telah diraih disebutnya sebagai modal penting untuk melangkah lebih jauh. Memasuki periode kepemimpinan 2026–2030, Dr. Anna menilai UNIKU berada pada fase strategis menuju visi besar 2035, khususnya dalam penguatan reputasi institusi.

“Periode ini adalah tahap penguatan reputasi. Tugas kita bersama adalah membangun UNIKU sebagai universitas unggul, tumbuh berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Untuk mewujudkan visi tersebut, lima pilar transformasi dicanangkan, meliputi keunggulan akademik, pertumbuhan berkelanjutan, kampus berdampak, penguatan sumber daya manusia, serta tata kelola unggul berbasis teknologi informasi.

Menutup sambutannya, Dr Anna mengajak seluruh sivitas akademika, alumni, pemerintah daerah, dan mitra kerja untuk berkolaborasi dan bergandengan tangan membangun Uniku ke depan.

“Transformasi Uniku bukan pekerjaan satu orang. Ini adalah pekerjaan kita bersama,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *