Dorong Alih Komoditas Ramah Lingkungan, Diskatan Kuningan Salurkan 38.500 Bibit Kelapa Genjah ke Petani

Dorong Alih Komoditas Ramah Lingkungan, Diskatan Kuningan Salurkan 38.500 Bibit Kelapa Genjah ke Petani
Kepala Diskatan Kuningan, Wahyu Hidayah (kanan) mengecek distribusi bibit kelapa genjah di Desa Tanjungkerta Kecamatan Karangkancana, Kamis (8/1/2026). Foto: ist
4 minggu ago 16 Dilihat

SIWINDU.COM – Pemerintah Kabupaten Kuningan kian serius membangun sektor pertanian yang berkelanjutan dan berpihak pada petani.

Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan), bantuan konkret kembali digulirkan berupa bibit kelapa genjah dan pupuk organik powder kepada kelompok tani, sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi desa sekaligus penataan komoditas perkebunan yang lebih ramah lingkungan.

Desa Tanjungkerta, Kecamatan Karangkancana, menjadi salah satu titik monitoring penyaluran bantuan yang bersumber dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Kamis (8/1/2026). Program ini tidak sekadar bersifat bantuan sesaat, tetapi diarahkan sebagai modal awal transformasi usaha tani jangka menengah hingga panjang.

Diskatan Kuningan menilai, kelapa genjah memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan sekaligus lebih sesuai dengan karakter wilayah Kuningan dibandingkan kelapa sawit yang sebelumnya ditanam sebagian masyarakat. Pendekatan alih komoditas ini ditempuh secara bertahap dan solutif, tanpa mengorbankan keberlangsungan pendapatan petani.

Kepala Diskatan Kabupaten Kuningan, Dr Wahyu Hidayah MSi, mengungkapkan, khusus di Desa Tanjungkerta, bantuan yang disalurkan mencapai 4.070 bibit kelapa genjah dan 12.210 kilogram pupuk organik powder.

“Kelapa genjah kami dorong sebagai komoditas unggulan baru yang bernilai ekonomi tinggi dan berkelanjutan. Dukungan pupuk organik menjadi bagian penting untuk menjaga kesuburan tanah sekaligus meningkatkan produktivitas lahan,” ujarnya.

Menurut Wahyu, secara akumulatif bantuan serupa telah disalurkan ke berbagai wilayah di Kabupaten Kuningan dengan total 38.500 bibit kelapa genjah dan 115.500 kilogram pupuk organik, yang diperuntukkan bagi pengembangan lahan sekitar 350 hektare.

Tak hanya menyalurkan, Diskatan juga melakukan monitoring langsung ke lapangan sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan publik. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bantuan diterima tepat sasaran, siap tanam, dan benar-benar dimanfaatkan oleh petani.

Baca Juga:  Diskatan Kuningan Fasilitasi Regenerasi Petani Lewat Aksi Nyata dan Teknologi

“Kami ingin memastikan program ini tidak berhenti di penyerahan bantuan saja, tetapi betul-betul memberi dampak nyata bagi petani,” tegasnya.

Dari sisi teknis dan pasar, kelapa genjah dinilai memiliki banyak keunggulan. Tanaman ini mulai berbuah pada usia 3–4 tahun, berproduksi relatif stabil sepanjang tahun, serta memiliki permintaan pasar yang terus meningkat, khususnya untuk konsumsi air kelapa.

Selain itu, daging buahnya dapat diolah menjadi berbagai produk turunan bernilai tambah, seperti santan dan minyak kelapa.

Kepala Desa Tanjungkerta, Iwan Febri Suwandi, menyambut positif program tersebut dan mengapresiasi perhatian pemerintah daerah terhadap petani di wilayahnya.

“Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kami. Kami berharap petani dapat memanfaatkannya secara optimal agar berdampak langsung pada peningkatan ekonomi desa,” katanya.

Dengan pendekatan alih komoditas yang adaptif, dukungan input pertanian ramah lingkungan, serta pengawalan program hingga ke tingkat desa, Diskatan Kuningan optimistis sektor pertanian akan tumbuh lebih kuat, mandiri, dan menjadi penopang pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *