SPPG Bandorasa Wetan 2 Jadi Sorotan, MBG Ramadan Diwarnai Dugaan Telur Bau

SPPG Bandorasa Wetan 2 Jadi Sorotan, MBG Ramadan Diwarnai Dugaan Telur Bau
Tangkapan layar telur menu MBG diduga bau busuk di SPPG Bandorasa Wetan 2 kini viral dan ramai diperbincangkan di hari pertama masuk sekolah saat Ramadan 1447 H, Senin (23/2/2026). Foto: screenshoot/ist
Februari 23, 2026 109 Dilihat

Siwindu.com – Hari pertama masuk sekolah di awal Ramadan 1447 H / 2026 M, Senin (23/2/2026), diwarnai beredarnya video dan foto di grup WhatsApp yang memperlihatkan bungkusan telur diduga berbau busuk.

Dalam percakapan yang tersebar, salah satu anggota grup memposting adanya percakapan di WA dengan foto bertuliskan, “Telornyaaa bau busukkk kayaaa udahhh 2minggu. Sampaiii ga dikasihhh ke anak².” Pesan tersebut disertai rekaman video berdurasi singkat yang menampilkan sejumlah telur dalam plastik bening.

Informasi yang beredar menyebutkan telur tersebut diduga merupakan bagian dari menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disiapkan oleh SPPG Bandorasa Wetan 2 untuk didistribusikan ke sekolah pada hari pertama masuk sekolah di bulan Ramadan.

Menanggapi hal itu, Koordinator Wilayah (Korwil) SPPI Kabupaten Kuningan, Nissa Rahmi, saat dikonfirmasi menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepala SPPG Bandorasa Wetan 2.

“Sudah dikonfirmasi ke Kepala SPPG-nya, kemungkinan karena perebusan terlalu awal. Pengganti menu akan diberikan besok, Pak. Informasinya Kepala SPPG juga sudah menghubungi pihak sekolah,” ujarnya.

Menu yang diduga bermasalah tersebut tidak diberikan kepada siswa. Pihak penyedia disebut langsung melakukan evaluasi internal agar kualitas makanan tetap terjaga.

Peristiwa ini pun menjadi perhatian karena terjadi bertepatan dengan momentum awal Ramadan, saat distribusi MBG kembali berjalan mengikuti jadwal masuk sekolah.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan dari pihak SPPG setempat terkait beredarnya video dan narasi telur diduga busuk tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *