Jaga Kondusivitas Ramadan, Polres Kuningan Amankan 17 Kendaraan Balap Liar dan Sajam

Jaga Kondusivitas Ramadan, Polres Kuningan Amankan 17 Kendaraan Balap Liar dan Sajam
Kapolres Kuningan AKBP M Ali Akbar, menunjukkan sejumlah kendaraan yang diamankan di Mapolres setempat, diduga hendak digunakan balap liar sekelompok pelajar. (Foto: ist)
Maret 2, 2026 12 Dilihat

Siwindu.com – Komitmen menjaga kondusivitas selama bulan suci Ramadan dibuktikan jajaran Polres Kuningan dengan meningkatkan patroli malam di sejumlah titik rawan.

Dalam 10 hari pertama Ramadan 1447 H, sebanyak 17 kendaraan yang diduga hendak digunakan untuk balap liar berhasil diamankan, termasuk dua senjata tajam dari tangan remaja yang diduga akan tawuran.

Kapolres Kuningan, AKBP M Ali Akbar, menegaskan, patroli digelar rutin dengan melibatkan Satlantas, Satreskrim dan Satsabhara. Langkah ini diambil untuk menekan aksi balap liar, knalpot brong, hingga potensi gangguan kamtibmas lainnya.

“Dalam 10 hari pertama Ramadan, kami telah mengamankan 17 unit kendaraan, terdiri dari 16 sepeda motor dan satu mobil. Kendaraan tersebut diduga akan digunakan untuk balap liar, termasuk yang menggunakan knalpot brong yang meresahkan masyarakat,” ujarnya, Sabtu (28/2/2026).

Mayoritas penindakan dilakukan di kawasan Jalan Lingkar Timur atau Jalan KH Enyang Hasan Maolani yang kerap dijadikan arena balap liar. Seluruh kendaraan kini ditahan di Mapolres Kuningan dan akan diproses hingga persidangan selesai sebagai bentuk efek jera.

Tak hanya itu, beberapa hari sebelumnya di wilayah Kadugede, petugas juga mengamankan tiga remaja yang diduga hendak melakukan tawuran. Dari tangan mereka, polisi menyita dua senjata tajam berbentuk panjang menyerupai pedang.

Kapolres mengaku prihatin karena para remaja tersebut masih berstatus pelajar. Pihak kepolisian akan memanggil orang tua dan pihak sekolah untuk pendampingan sebelum menentukan langkah lanjutan, apakah pembinaan atau proses hukum.

Patroli malam dipastikan terus digencarkan selama Ramadan. Mengingat banyaknya keluhan masyarakat yang terganggu dengan kebisingan knalpot brong, sehingga bisa mengganggu kekhusyukan berbagai ibadah di bulan suci.

“Kami tidak akan ragu mengambil tindakan tegas demi menjaga situasi Kuningan tetap aman dan kondusif. Peran orang tua juga sangat penting untuk mengawasi anak-anaknya, khususnya pada malam hari,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *