Siwindu.com – Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Kuningan, Hj Neneng Hermawati SE MA, meminta pihak terkait memberikan penjelasan secara terbuka soal tertundanya keberangkatan puluhan calon jemaah umrah asal Kabupaten Kuningan yang disebut berkaitan dengan keterlambatan penerbitan visa.
Pernyataan tersebut disampaikan Neneng, Selasa (4/8/2026), menyikapi persoalan keberangkatan calon jemaah umrah yang sebelumnya dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci, namun harus tertunda karena visa belum terbit sesuai waktu keberangkatan.
Menurut Neneng, keterlambatan visa umrah dapat dipengaruhi sejumlah faktor. Karena itu, ia menilai perlu ada penjelasan dari pihak penyelenggara terkait kondisi yang sebenarnya terjadi dalam proses pengurusan visa para jemaah.
“Yang perlu dilakukan adalah meminta penjelasan kepada pihak travel kenapa visa jemaah bisa terlambat. Kemudian cari solusi yang terbaik agar jemaah tidak kecewa atau merasa dirugikan,” harap Neneng.
Ia menjelaskan, berdasarkan pemahamannya, terdapat sejumlah kemungkinan yang dapat menyebabkan proses penerbitan visa umrah mengalami keterlambatan.
Salah satunya berkaitan dengan kelengkapan dan keterhubungan data pemesanan hotel serta tiket perjalanan. Menurutnya, proses administrasi perjalanan umrah membutuhkan data pemesanan hotel dan tiket pulang-pergi yang valid serta terintegrasi dengan sistem yang dipersyaratkan.
Faktor lainnya, kata Neneng, dapat berupa tingginya antrean pengajuan dan verifikasi visa pada periode tertentu. Kondisi tersebut berpotensi membuat proses penerbitan visa membutuhkan waktu lebih lama.
Selain itu, ketidaksesuaian data calon jemaah juga dapat menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan, seperti perbedaan penulisan nama, tanggal lahir, foto, maupun data pada paspor.
“Visa umrah bisa terlambat karena beberapa faktor, di antaranya data hotel dan tiket, antrean verifikasi, ketidaksesuaian data jemaah, keterlambatan pengajuan berkas oleh travel, maupun kendala sistem,” jelasnya.
Meski demikian, Neneng menekankan, faktor-faktor tersebut tidak serta-merta dapat dijadikan kesimpulan penyebab keterlambatan visa dalam kasus calon jemaah asal Kuningan.
Menurutnya, diperlukan penjelasan dan informasi yang jelas dari pihak penyelenggara untuk memastikan duduk persoalannya. Ia pun mendorong agar persoalan tersebut segera dicarikan solusi yang dapat memberikan kepastian kepada para calon jemaah dan keluarganya.
Solusi tersebut, lanjut Neneng, dapat ditempuh melalui penjadwalan ulang keberangkatan atau mekanisme pengembalian biaya perjalanan apabila keberangkatan tidak dapat direalisasikan sesuai kesepakatan.
“Contohnya dengan pengembalian uang jemaah atau dengan dijadwal ulang pemberangkatan umroh,” katanya.
Di tengah situasi tersebut, Neneng juga mengimbau seluruh pihak agar tetap tenang dan tidak memperkeruh suasana. Ia berharap persoalan keberangkatan jemaah umrah dapat diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah.
“Kepada semua pihak diharapkan tenang. Jangan memprovokasi atau memperkeruh suasana,” ujarnya.
Neneng juga mengajak calon jemaah dan keluarga untuk mengambil hikmah dari tertundanya perjalanan tersebut sembari tetap mengupayakan penyelesaian secara baik.
Menurutnya, ibadah haji maupun umrah merupakan perjalanan spiritual yang memiliki nilai sakral bagi umat Islam. Karena itu, ia berharap seluruh pihak dapat menjaga suasana tetap kondusif sembari menunggu kepastian penyelesaian persoalan keberangkatan.
“Karena haji ataupun umrah adalah sakral, murni panggilan dari Allah SWT. Kita ambil hikmahnya dari semua kejadian ini. Allah sedang menguji kesabaran,” pungkasnya.
Sebelumnya, sejumlah keluarga bersama calon jemaah umrah mendatangi kantor Yayasan Umrah dan Haji Al-Zamzami di Kabupaten Kuningan untuk meminta kepastian terkait keberangkatan 95 calon jemaah yang belum dapat berangkat ke Tanah Suci.
Dalam pertemuan tersebut, pihak penyelenggara disebut masih mengupayakan keberangkatan para calon jemaah pada 4 atau 5 Agustus 2026. Hingga kini, proses keberangkatan maupun penyelesaian persoalan tersebut masih menjadi perhatian para calon jemaah dan keluarganya.
SIWINDU.COM Berita Kuningan Terbaru Hari Ini
