Kerja di Luar Negeri Bisa Jadi Solusi Pengangguran Kuningan, Maulana Tekankan Jalur Resmi

Siwindu.com – Peluang kerja di luar negeri dinilai bisa menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi persoalan pengangguran di Kabupaten Kuningan yang hingga kini masih menjadi tantangan.

Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H Maulana Yusuf Erwinsyah, usai melaksanakan kegiatan reses yang bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Barat terkait perlindungan ketenagakerjaan di luar negeri, di Wisma Permata, Kabupaten Kuningan, Kamis (13/8/2026).

Maulana mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemberian informasi mengenai peluang bekerja di luar negeri. Lebih dari itu, ia ingin masyarakat, khususnya para pencari kerja di Kuningan, terdorong untuk mempersiapkan diri melalui pelatihan dan pembekalan yang memadai.

“Alhamdulillah lancar. Mudah-mudahan semuanya dapat dimanfaatkan, khususnya bagi teman-teman yang ada di Kabupaten Kuningan,” ujar Maulana kepada sejumlah wartawan.

Menurutnya, persoalan lapangan pekerjaan masih menjadi pekerjaan rumah. Terlebih, jumlah pengangguran di Kuningan masih cukup tinggi.

“Karena bisa kita lihat terkait masalah tenaga kerja, lowongan pekerjaan di Indonesia, termasuk khususnya di Kabupaten Kuningan juga para pengangguran masih lumayan cukup tinggi,” katanya.

Karena itu, Maulana berharap kesempatan bekerja di luar negeri dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai salah satu pilihan untuk mendapatkan pekerjaan dan meningkatkan taraf hidup.

Namun, ia mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mencari jalur keberangkatan. Aspek keamanan dan perlindungan harus menjadi prioritas utama.

“Bekerja di luar negeri yang pasti lembaga-lembaga yang telah bekerja sama dan ditunjuk oleh pemerintah, yang pertama itu agar keamanan mereka dapat terjamin,” tegasnya.

Selain keamanan, calon pekerja juga perlu memiliki keterampilan dan pengetahuan yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan di negara tujuan. Menurut Maulana, pelatihan menjadi bagian penting sebelum seseorang memutuskan bekerja di luar negeri.

Baca Juga:  Maulana Yusuf Semprot Kebijakan Pendidikan KDM, Janji Tak Ditepati, Ijazah Masih Ditahan!

Ia pun mendorong masyarakat untuk memilih lembaga penempatan yang resmi dan telah ditunjuk pemerintah agar proses pelatihan, pembekalan, hingga persiapan keberangkatan dapat dilakukan secara lebih terarah.

“Ketika menunjuk atau memilih lembaga atau yayasan yang telah ditunjuk pemerintah, saya yakin pelatihan-pelatihan, pengetahuan dan persiapan lain juga lebih dimudahkan,” ujarnya.

Maulana menilai persoalan ketenagakerjaan tidak bisa dilepaskan dari berbagai faktor lainnya, mulai dari pendidikan, kondisi perekonomian hingga kebijakan pembangunan yang diambil pemerintah.

Ia menyebut, kebijakan pemerintah dalam menentukan prioritas pembangunan juga memiliki keterkaitan dengan kondisi ekonomi dan ketenagakerjaan.

“Secara kompleksitas, bukan hanya sekadar dari perekonomian, misalkan dari pendidikan yang kita siapkan, kemudian pilihan pemerintah sendiri untuk dua tahun pertama sekarang memilih untuk lebih fokus di infrastruktur, semuanya tentu memiliki keterkaitan,” jelasnya.

Meski demikian, Maulana menegaskan pemerintah tetap berupaya mengatasi berbagai persoalan tersebut. Menurutnya, naik turunnya perekonomian maupun ketersediaan lapangan pekerjaan merupakan konsekuensi dari berbagai kebijakan yang diambil pemerintah.

“Yang pasti saya lihat pemerintah masih tetap berusaha. Adapun besar dan kecilnya lapangan pekerjaan, naiknya perekonomian itu merupakan konsekuensi dari setiap kebijakan yang dipilih oleh pemerintah,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Maulana juga menyinggung perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Kuningan.

Ia mengatakan, secara tren, capaian IPM Kuningan menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Namun, dari sisi peringkat nasional, posisinya belum mengalami pergeseran.

“IPM secara tren itu sebetulnya naik dari tahun-tahun sebelumnya. Adapun pada posisi peringkat nasional, saya kira tidak ada kenaikan dari tahun sebelumnya untuk saat ini,” ungkapnya.

Menurut Maulana, capaian IPM sangat berkaitan dengan berbagai indikator pembangunan sehingga tidak bisa dilihat hanya dari satu aspek.

Baca Juga:  Kata HMI Kuningan, RTRW Tak Jelas jadi Biang Keladi Rendahnya PAD dan Tingginya Pengangguran

“Kompleksitas hubungan antara IPM dengan hal-hal yang lain, atau indikator IPM itu sendiri, sangat menentukan,” katanya.

Meski peringkat belum bergeser, Maulana menilai peningkatan angka IPM tetap menjadi kabar baik bagi Kabupaten Kuningan.

“Yang pasti kabar baiknya, poin IPM-nya naik. Kalau untuk peringkat, tidak bergeser dari posisi sebelumnya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *