Siwindu.com – Tekanan fiskal yang melanda Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan menjadi sorotan serius di awal tahun 2025. Dengan keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Bupati Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi melakukan berbagai langkah efisiensi, termasuk pemangkasan kegiatan seremonial, perjalanan dinas, hingga belanja non prioritas di seluruh SKPD.
Namun, di tengah kebijakan pengetatan ini, harapan publik tak berhenti di kantor bupati. Justru kini beralih kepada enam tokoh asal Kuningan yang kini menduduki kursi legislatif, dua di tingkat nasional (DPR RI) dan empat di Provinsi (DPRD Jawa Barat). Mereka dianggap memiliki posisi strategis untuk membuka ruang komunikasi dengan pemerintah pusat dan provinsi, serta memperjuangkan tambahan anggaran untuk Kuningan yang tengah terseok-seok.
Dua Wakil Kuningan di DPR RI (Dapil Jabar X)
1. H Rokhmat Ardiyan MM
Dikenal sebagai pengusaha sukses dan mantan wartawan, Rokhmat Ardiyan sukses dan berhasil melenggang ke Senayan lewat Partai Gerindra pada Pileg 2024 lalu. Saat ini Bos Arunika ini duduk di Komisi XII DPR RI yang membidangi energi dan sumberdaya mineral, lingkungan hidup, serta investasi dan penanaman modal. Dengan pengalaman manajerial yang kuat, publik menaruh harapan besar agar ia mendorong program bantuan pusat, terutama yang berkaitan dengan ESDM, lingkungan hidup dan investasi di Kabupaten Kuningan.
2. Dr H Shohibul Imam CA CPA
Legislator dari Partai NasDem ini adalah ahli keuangan bersertifikat internasional. Kariernya sebagai auditor dan konsultan keuangan menempatkannya sebagai figur yang potensial membantu Kuningan keluar dari jerat fiskal, terutama lewat advokasi kebijakan fiskal di pusat. Ia juga diyakini mampu memperjuangkan transfer dana ke daerah lewat jalur-jalur strategis.
Empat Legislator Kuningan di DPRD Jabar (Dapil Jabar XIII)
1. H Dudy Pamuji SE MSi
Politisi senior Partai Golkar ini kini aktif di Komisi II DPRD Jabar, yang membidangi ekonomi dan keuangan. Dudy dikenal aktif menjembatani pelaku UMKM, petani, dan nelayan dalam mengakses bantuan provinsi. Diharapkan, ia mampu memperjuangkan lebih banyak program pemberdayaan ekonomi dari APBD Jabar ke Kuningan.
2. Hj Ika Siti Rakhmatika SE
Istri mendiang Bupati Kuningan H Acep Purnama SH Mh ini terpilih lewat PDI Perjuangan. Dengan latar belakang keluarga birokrasi-politik, Hj Ika diharapkan mampu menjaga kesinambungan perjuangan aspirasi warga yang selama ini dibangun almarhum suaminya. Perannya di DPRD Jabar dinilai strategis dalam menjaga perhatian politik provinsi terhadap Kuningan.
3. Hj Tina Wiryawati SH
Sebagai politisi Partai Gerindra, Hj Tina dikenal aktif menyuarakan isu perempuan, sosial, dan anak muda. Ia diharapkan ikut memperjuangkan program-program berbasis komunitas, serta memperkuat bantuan sosial provinsi bagi kelompok rentan di Kuningan yang terdampak langsung oleh krisis fiskal.
4. Drs H Toto Suharto SFarm Apt
Legislator PAN ini merupakan sosok yang paham dunia kesehatan dan farmasi. Ia baru saja dilantik sebagai anggota DPRD Jawa Barat dalam Pergantian Antar Waktu (PAW) dari Fraksi PAN. Toto diyakini bisa mendorong peningkatan alokasi anggaran kesehatan dan akses layanan publik di masa sulit, termasuk penambahan dukungan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat untuk Kuningan.
Harapan dari Tokoh Pemuda Kuningan

Dr Mas Kana Kurniawan SHI MA, Sekjen DPP Persatuan Ummat Islam (PUI) dan tokoh pemuda Kuningan, turut menyampaikan suara masyarakat. Krisis keuangan Pemda Kuningan, kata Kana, bukan sekadar soal defisit APBD, ini menyangkut layanan dasar rakyat, yakni pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kecil.
“Maka dari itu, enam wakil rakyat asal Kuningan ini perlu bersatu, bersinergi dengan bupati, memperjuangkan kepentingan daerah di tingkat pusat dan provinsi. Kami tidak ingin peran mereka berhenti di spanduk ucapan dan baliho selamat. Ini waktunya hadir nyata, konkret, dan berdampak. Masyarakat menunggu hasil, bukan hanya simbol,” harap Kana.
Menurut Kana, momen krisis ini menjadi ujian bagi para wakil rakyat dari Kuningan, apakah mereka akan tampil sebagai jembatan solusi atau hanya menjadi penonton dari jauh?. Dengan posisi strategis di dua level parlemen, sinergi mereka bersama Pemda menjadi kunci untuk membawa Kuningan keluar dari tekanan fiskal dan membangkitkan kembali harapan masyarakat.
Kana menyarankan agar Dian Rachmat Yanuar selaku Bupati Kuningan rajin juga berkomunikasi dengan 6 wakil rakyat asal Kuningan di pusat dan provinsi. Sebab jika semuanya bersatu, krisis anggaran di Kuningan ini diyakini Kana akan bisa segera teratasi.
“Di DPR RI ada Pak Ardiyan dan Pak Shohibul, saya yakin sangat bisa bantu Pemda Kuningan. Begitu juga di DPRD Provinsi Jawa Barat, ada Pak Dudy Pamuji, ada Bu Ika, ada Pak Toto yang kemarin baru dilantik, dan ada Ibu Tina. Pokoknya harus bisa bantu Kuningan, dan saya yakin pasti membantu. Pak Bupati juga saya lihat sudah rajin mendatangi beberapa Kementerian, bagus itu, dan harus terus dikawal,” tutur mantan aktivis Ikatan Mahasiswa Kuningan (IMK) Wilayah Cirebon ini.
“Peran wakil rakyat dari Kuningan baik di pusat maupun di Jabar bisa jadi kunci penyelamat,” imbuhnya.
SIWINDU.COM Berita Kuningan Terbaru Hari Ini