Siwindu.com – Aliansi Mahasiswa Kuningan menggelar audiensi dengan pimpinan DPRD Kabupaten Kuningan, Senin sore (8/9/2025). Mereka mendesak kejelasan penyelesaian berbagai persoalan krusial, mulai dari proses Open Bidding (OB) jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) hingga dugaan penyimpangan dalam proyek penerangan jalan umum (PJU) “Kuningan Caang” yang kini tengah ditangani Kejaksaan.
Audiensi berlangsung di ruang sidang paripurna DPRD dan dipimpin langsung Ketua DPRD Kuningan Nuzul Rachdy, didampingi 3 Wakil Ketua, Ujang Kosasih, Dwi Basyuni Natsir, serta Saw Tresna Septiani. Namun, mahasiswa kecewa karena Bupati Kuningan tidak hadir dalam forum yang dinilai sangat penting itu.
Ketua DPC Mahasiswa Hukum Kuningan, Firgi, menilai proses seleksi jabatan Sekda tidak transparan dan berpotensi menimbulkan pemborosan anggaran.
“Seleksi sebelumnya sudah dilakukan sesuai mekanisme, tapi kenapa harus diulang lagi?. Itu bisa menghabiskan ratusan juta rupiah. Anggaran sebesar itu sangat berat bagi rakyat kecil, sementara banyak masyarakat masih kesulitan makan,” ujarnya.
Selain OB Sekda, mahasiswa juga menyoroti kasus PJU “Kuningan Caang” yang sejak awal dinilai sarat kejanggalan. Mereka menuding titik pemasangan tidak tepat, banyak lampu yang mati, hingga adanya dugaan pengalihan anggaran.
“Alokasinya jelas untuk PJU dari Provinsi, tapi dialihkan ke pos lain. Ini harus dibuka secara transparan. Jangan sampai persoalan ini jadi pembodohan publik,” desak mahasiswa.
Menanggapi itu, Ketua DPRD Kuningan Nuzul Rachdy, memastikan pihaknya sudah menjalankan fungsi pengawasan dan persoalan PJU kini tengah diselidiki aparat penegak hukum.
“Itu sekarang sudah masuk penyidikan Kejaksaan. Sejak awal DPRD menemukan banyak kejanggalan, misalnya pemasangan PJU yang hanya di sekitar balai desa yang sebenarnya sudah terang. Semua sudah kami rekomendasikan lewat Pansus,” tegasnya.
Mahasiswa menutup audiensi dengan tuntutan agar DPRD dan pemerintah daerah segera menyelesaikan persoalan OB Sekda dan kasus Kuningan Caang secara tuntas, termasuk soal kelapa sawit.
Tak hanya itu, para aktivis mahasiswa juga menyentil tunjangan perumahan pimpinan dan anggota DPRD Kuningan, termasuk tunjangan transportasi, dan sejumlah tunjangan lainnya.
SIWINDU.COM Berita Kuningan Terbaru Hari Ini